3 Tips Sederhana Agar Skripsi Lolos Uji Turnitin

3 Tips Sederhana Agar Skripsi Lolos Uji Turnitin

Beberapa universitas di Indonesia menerapkan pembatasan plagiarisme. Agar skripsi lolos Turnitin, diperlukan keahlian dalam menyusun kalimat dengan logika yang benar serta kalimat yang tetap sesuai dengan pedoman penulisan karya tulis ilmiah.

Bahkan plagiarisme dalam menyusun tugas akhir seperti skripsi, tesis, disertasi atau jurnal dinilai sebagai sebuah bentuk kecuarangan yang tidak bisa ditolerir.

Bagi beberapa mahasiswa, kerap kesulitan untuk bisa melakukan parafrase sebuah karya tulis agar bisa mendapatkan similarity sekecil mungkin di Turnitin.

Tips Agar Skripsi Lolos Uji Turnitin

Ketika membuat sebuah karya tulis tentunya membutuhkan beberapa referensi, begitu pula ketika menyusun skripsi.

Saat ini telah banyak kampus yang memberikan akses Turnitin untuk mahasiswanya. Aplikasi ini memiliki database atau arsip redaksi yang lengkap.

Sehingga kerap digunakan untuk mendeteksi plagiarisme ketika akan menyusun atau membuat sebuah karya ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, dan karya tulis lainnya.

Apabila standar penilaian Turnitin tidak melebihi dari nilai yang ditentukan, maka karya tulis akan berhasil lolos atau dikatakan melewati nilai dari program Turnitin. Berikut ini beberapa tips lolos melewati uji Turnitin.

1. Jangan Menjiplak Persis

Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk lolos dalam uji Turnitin ini. Yang pertama kurangi penggunaan ctrl+C dan ctrl+V, sebab hal ini sangat berisiko.

Algoritma pencocokan aplikasi Turnitin sangat akurat dan bahkan cenderung over accurate. Jika anda menemukan kalimat atau paragraf yang ingin dimasukkan pada karya tulis, sebaiknya diparafrasekan dengan gaya tulisan sendiri.

Misalnya dengan menjadikan kalimat aktif ke kalimat pasif atau mencari sinonim dari teks aslinya.

2. Mencantumkan Sumber

Cantumkan sumbernya, plagiat itu ketika memakai pendapat orang lain, namun tidak mencantumkan sumber.

Sehingga seolah-olah itu merupakan pendapat sendiri. Untuk itu, penting sekali sebagai akademis atau tata cara penulisannya yang baik.

Termasuk pula penulisan sumber teori ataupun informasi yang didapatkan.

3. Hindari Menggunakan Dokumen Legal

Cara yang terakhir, hindarilah menggunakan dokumen legal. Dokumen yang dimaksud adalah undang-undang peraturan pemerintah atau dokumen lain yang tidak dapat diubah redaksi dan maknanya.

Contohnya Bab 1 Pendahuluan seringkali memiliki tingkat kemiripan yang tinggi karena menggunakan undang-undang sebagai penambahan.

Walaupun masih bisa mencantumkan sumbernya, namun disarankan Anda lebih baik tidak menggunakan dokumen seperti ini.

jasa cek dan revisi Turnitin online

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Daftarkan Email KamuJadi yang pertama dapat info dari Jagoketik

Dengan mendaftarakan email, kamu bisa langsung menerima pemberitahuan jika ada konten baru dari Jagoketik. Jangan sampai ketinggalan. Daftar sekarang!

Open chat
Online 24 Jam
Hai, saya Dwi spesialis pengetikan, edit, dan pembuatan dokumen akademik. Chat saya, online 24 jam