Download Template Laporan Penelitian Praktikum, Word

Template laporan tugas akhir skripsi di Word

Penulisan laporan atau karya tulis ilmiah (misal: makalah laporan akhir praktikum, tugas akhir, laporan perjalanan, skripsi, tesis, dan disertasi) biasanya mengikuti pedoman, petunjuk standar, atau template yang telah ditentukan oleh kampus.

Namun, kadang kala petunjuk penulisan itu hanya berwujud petunjuk saja tanpa disediakan template dalam file pengolah kata, seperti Microsoft Office Word, sehingga penyusun laporan harus menyiapkan terlebih dahulu.

Kali ini Jagoketik.com akan mengulas pembuatan template untuk laporan akhir praktikum (LAP) dari program studi Teknik Industri, Universitas Pamulang, yang petunjuk penulisannya dapat diunduh dari tautan di bawah ini.

Template laporan praktikum
Template laporan akhir praktikum (LAP) dari program studi Teknik Industri, Universitas Pamulang

Baca juga: Mengenal Fungsi Simbol P Terbalik (¶) dan Karakter Tersembunyi di Word

1. Struktus Laporan

Laporan ini tersusun menjadi tiga bagian utama, sebagaimana penulisan KTI pada umumnya, yakni:

Bagian Awal. Bagian ini mencakup halaman judul, lembar identitas, lembar pengesahan, lembar penilaian, kata pengantar, dan daftar-daftar.

Bagian Inti. Bagian ini terdiri atas pertemuan-pertemuan sebagai pengganti bab pada penyusunan laporan pada umumnya. Di dalam pertemuan (bab) itu tersusun oleh beberapa subbab dan referensi.

Bagian Akhir. Bagian ini tersusun oleh daftar pustaka, biografi anggota kelompok, dan form kuesioner penilaian kelompok.

2. Pembuatan Template

A. Pengaturan Area Kerja

Dokumen laporan ini ditulis dan dicetak menggunakan kertas ukuran A4 (21 cm × 29,7 cm) dengan margin 4 cm, 4 cm, 3 cm, dan 3 cm untuk sisi atas, kiri, bawah, dan kanan. Header dan footer diatur dengan jarak masing-masing 1,25 cm dari tepi kertas atas dan bawah. Hal ini bisa diatur dengan Page Setup.

mengatur margin Microsoft Office Word dalam template laporan akhir skripsi
Mengatur margin Microsoft Office Word dalam template laporan akhir skripsi:
Top: 4 cm, Bottom: 3 cm, Left: 4 cm, dan Right: 3 cm.
mengatur headers dan footers Microsoft Office Word dalam template laporan akhir skripsi
Mengatur header dan footer Microsoft Office Word dalam template laporan akhir skripsi
Header: 1.25 cm dan Footer: 1.25 cm

B. Pengaturan Paragraf Bagian Inti

Secara umum, dokumen ini menggunakan jarak antar barisnya 1,5 spasi dan dalam membuat pengaturan paragraf yang terdiri atas beberapa paragraph style (PS), paling enak dengan memulainya dari bagian inti laporan.

Awali dengan pembuatan Heading (H), yakni kerangka tulisan, yang terdiri atas H1 untuk bab, H2 untuk subbab, H3 untuk anak subbab, dan seterusnya.

Hierarki H dibuat dengan Multilevel List, yakni dengan membuat Define New Multilevel List… yaitu dari menu Home.

1) Pembuatan Multilevel List

Gambar 2 Proses membuka multilevel list di Microsoft Office Word
Gambar 2 Proses membuka multilevel list di Microsoft Office Word

Langkah-langkahnya adalah dengan (lihat Gambar 2)

  1. Menekan tab Home,
  2. Dilanjutkan menekan Multilevel List, dan
  3. Diakhiri dengan menekan Define New Multilevel List…

Setelah itu akan muncul tampilan seperti pada Gambar 3. Di bagian ① adalah tingkatan dari heading. Bagian ② adalah penulisan format penomoran.

Bagian ③ adalah jenis angka yang digunakan, perhatikan Gambar 3, pilih sesuai dengan panduan kampus. Bagian ④ adalah posisi dari nomor, ada tiga isian yang diperlukan:

  1. Posisi, yang terdiri dari kanan, kiri, dan tengah.
  2. Pensejajaran (align)
  3. Indentasi (indent)

Bagian ⑤ memuat informasi terkait pengulangan dari angka awal dan yang mengikuti heading, dengan pilihan spasi, tab, atau tidak ada. Bagian ⑥ mengikuti tautan style dari paragraf yang disediakan oleh program Ms. Word.

Gambar 3 Customize outline numbered list
Gambar 3 Customize outline numbered list

2) Penyusunan H1

Dalam menyusun heading, maka ikuti aturan untuk pertemuan (H1), yakni PERTEMUAN 1 sebagai bab; subbab (H2) A; dan anak subbab (H3) 1. Untuk menyusun H1-nya, perhatikan Gambar 4,

  1. Di bagian ①, pilih angka 1. Ini menyatakan H1.
  2. Kemudian bagian ③, pilih jenis angka 1, 2, 3, ….
  3. Lanjut di bagian ②, tambahkan kata PERTEMUAN dan <spasi> di depan angka; dan
  4. Selanjutnya, bagian ④, ⑤, dan ⑥ ikuti seperti gambar.
Gambar 4 Drop-down number style for this level
Gambar 4 Drop-down number style for this level

Untuk awal laporan, tentulah Pertemuan 1 sebagai awalnya, sebagaimana petunjuk penulisan.

H1 menggunakan jenis font Times New Roman, dengan ukuran 14 pt,
H1 menggunakan jenis font Times New Roman, dengan ukuran 14 pt
Berikut jarak antar baris 1,5 spasi dan jarak ke baris isinya dua kali enter atau kasarannya 24 pt opsi after spacing-nya.
Berikut jarak antar baris 1,5 spasi dan jarak ke baris isinya dua kali enter atau kasarannya 24 pt opsi after spacing-nya.
Selanjutnya perbarui style dari Heading 1.
Selanjutnya perbarui style dari Heading 1.
Untuk mengaktifkan H1, gunakan pintasan Ctrl+Alt+1 di Windows, dan Cmd+Opt+1 di MacOS, selanjutnya gunakan soft break line dengan menekan Shift+Enter, baru kemudian tulis judul Pertemuannya.
Untuk mengaktifkan H1, gunakan pintasan Ctrl+Alt+1 di Windows, dan Cmd+Opt+1 di MacOS, selanjutnya gunakan soft break line dengan menekan Shift+Enter, baru kemudian tulis judul Pertemuannya.

3) Penyusunan H2

Untuk menyusun H2, perhatikan Gambar 5.

  1. Di bagian ①, pilih angka 2, yang mana ini menyatakan H2.
  2. Kemudian bagian ②, pilih jenis angka A, B, C, ….
  3. Lanjut di bagian ③, letakkan krusor di depan angka yang tersedia;
  4. Kemudian di bagian ④, tidak usah diganti;
  5. Selanjutnya, bagian ⑤, ⑥, dan ⑦ ikuti seperti gambar.
Gambar 5 Penyusunan H2
Gambar 5 Penyusunan H2

Setelah H1 terbentuk dan disesuaikan dengan petunjuk penulisan, dilanjutkan H2 sebagaimana petunjuk penulisan.

H2 menggunakan jenis font Times New Roman, dengan ukuran 12 pt
H2 menggunakan jenis font Times New Roman, dengan ukuran 12 pt

Berikut jarak antar baris 1,5 spasi, dibuat menggantung 0,75 cm, dan jarak dari baris sebelumnya satu kali enter atau kasarannya 18 pt opsi before spacing-nya.

Selanjutnya perbarui style paragraf Heading 2.
Selanjutnya perbarui style paragraf Heading 2.
Untuk mengaktifkan H2, gunakan pintasan Ctrl+Alt+2 di Windows, dan Cmd+Opt+2 di MacOS, selanjutnya tulis judul subbabnya.
Untuk mengaktifkan H2, gunakan pintasan Ctrl+Alt+2 di Windows, dan Cmd+Opt+2 di MacOS, selanjutnya tulis judul subbabnya.

4) Penyusunan H3

Dalam penyusunan H3, langkah hampir sama dengan proses penyusunan H2, perhatikan Gambar 6.

  1. Di bagian ①, pilih angka 3, yang mana ini menyatakan H3.
  2. Kemudian bagian ②, pilih jenis angka 1, 2, 3, ….
  3. Lanjut di bagian ③, letakkan krusor di depan angka yang tersedia;
  4. Kemudian di bagian ④, tidak usah diganti;
  5. Selanjutnya, bagian ⑤, ⑥, dan ⑦ ikuti seperti gambar.
Gambar 6 Penyusunan H3
Gambar 6 Penyusunan H3

Sebenarnya H3 tidak ada dalam petunjuk penulisan, tapi bisa ditambahkan dengan memodifikasi cara dari H2 di atas.

Untuk mengaktifkan H3, gunakan pintasan Ctrl+Alt+3 di Windows, dan Cmd+Opt+3 di MacOS, selanjutnya tulis judul anak subbabnya.

5) Penyusunan Paragraf Umum.

Secara umum, paragraf umum (Para1) mempunyai jarak antar barisnya 1,5 spasi, menjorok 1,27 cm di baris pertama, dan rata kanan-kiri.

Pargarf pertama masuk ke dalam dengan jarak paragraf 7 spasi atau 1,27 Cm. Font size 12 dan line spacing 1,5
Pargarf pertama masuk ke dalam dengan jarak paragraf 7 spasi atau 1,27 Cm. Font size 12 dan line spacing 1,5
Untuk menyimpan style ini, di MaxOS tekan Home>Style Panes, kemudian di Current style (Normal), tekan panah sebelah kanan, dan pilih New Style.
Untuk menyimpan style ini, di MaxOS tekan Home>Style Panes, kemudian di Current style (Normal), tekan panah sebelah kanan, dan pilih New Style.

Untuk menyimpan style ini, di MaxOS tekan Home>Style Panes, kemudian di Current style (Normal), tekan panah sebelah kanan, dan pilih New Style.

New Style
New Style
Beri nama Para1
Beri nama Para1

Dan namai dengan Para1. Kemudian tekan OK. Setelah selesai menyusun dokumen, untuk mendapatkan setingan paragraf secara umum, setelah disorot paragrafnya, pilih Para1 di Style Panes.

6) Caption Tabel dan Gambar

a.     Caption Tabel

Judul tabel dan gambar diatur dengan ukuran huruf 11 pt, dan jarak antar barisnya 1 spasi, serta dibuat rata tengah.

Format tabel
Format tabel

Untuk memberi caption, klik kanan tanda plus (+) pada bagian kiri atas tabel, kemudian pilih caption.

Pemberian label di tabel
Pemberian label di tabel

Bila  bagian Label belum diketemukan Tabel (misal adanya hanya Table), membuatnya hanya perlu menekan New Label, dan ketik Tabel. Pilih Position di above selected item. Kemudian untuk penomoran, klik Format, dan tandai  Include chapter number, dan pilih Chapter starts with style: Heading 1, dan Use separator: . (period).

Membuat label di tabel
Membuat label di tabel
Menyimpan label di tabel
Menyimpan label di tabel

Setelah klik OK, atur font dan paragraf sesuai petunjuk, dan perbarui style paragrafnya.

b.     Caption Gambar

Judul gambar sebagaimana disebutkan pada bagian Caption Tabel tidak berbeda dengan Caption Tabel, tetapi yang membedakan adalah Position-nya berada di below selected object.

7)     Penyusunan Paragraf Referensi

Pembeda utama paragraf umum dengan paragraf referensi adalah untuk paragraf umum, baris pertama menjorok, dan untuk paragraf referensi paragraf setelah baris pertama yang menjorok alias hanging.

Penyusunan Paragraf Referensi
Penyusunan Paragraf Referensi

Untuk menyimpan style ini, di MaxOS tekan Home>Style Panes, kemudian di Current style (Normal), tekan panah sebelah kanan, dan pilih New Style.

Membuat Paragraf Referensi
Membuat Paragraf Referensi
Membuat style referensi
Membuat style referensi

Dan namai dengan ParaDF. Kemudian tekan OK. Setelah selesai menyusun dokumen, di bagian Referensi, sorot paragrafnya, dan pilih ParaDF di Style Panes.

C. Pengaturan Paragraf Bagian Awal dan Akhir

Dimulai bagian akhir dulu yang lebih mudah karena hampir mirip dengan bagian inti dengan beberapa variasi.

1) Penyusunan H1(O)

Heading 1 di bagian awal dan akhir, untuk mempermudah penyebutan, disebut H1(O) dengan O adalah other (lainnya). Caranya dengan menyorot paragraf yang diingini, seperti Daftar Pustaka, pilih H1 dari Style Panes. Edit dengan menghapus kata Pertemuan, dan simpan stylenya menjadi H1(O), baru kemudian dimodifikasi sesuai dengan petunjut penulisan, yaitu menggunakan font Tahoma dengan ukuran 14 pt.

Membuat H1(O)
Membuat H1(O)

2) Membuat Pemisah antara Bagian Awal, Inti, dan Akhir

Setiap bagian yang menggunakan pengaturan yang berbeda di Ms. Word disebut dengan Section. Untuk memisahkan setiap section, gunakan Next Page dari Layout.

Membuat Pemisah antara Bagian Awal, Inti, dan Akhir
Membuat Pemisah antara Bagian Awal, Inti, dan Akhir

Salah satu fungsinya adalah untuk membedakan penomoran halaman, yakni di bagian awal akan menggunakan penomoran romawi kecil, dan di bagian inti akan menggunakan penomoran arab.

Untuk memberi nomor halaman, pilih Page Number dari Insert > Header & Footer.

Membuat nomor halaman
Membuat nomor halaman

Untuk bagian awal dan inti, dari page setup, pilih bedakan halaman pertamanya. Bagian awal akan meniadakan penomoran halaman pertamanya, sementara bagian inti akan menomori halaman pertama di bagian tengah bawah dan halaman lain di bagian kanan luar.

Jasa pengetikan per lembar murah dan cepat, 24 jam
Jasa pengetikan per lembar murah dan cepat, 24 jam

Suka dengan artikel ini? Yuk bagikan ke yang lain!

Baca juga:

Muttaqin Margo Nirwono
Artikel ini ditulis oleh

Saya spesialis pengetikan cepat 10 jari, pengetikan verbatim, editing atau layouting manuskrip, buku, dan berbagai jenis dokumen lainnya, parafrase atau proofreading hingga translate bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia serta sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Halo, Kak. 😊

Butuh bantuan untuk formatting karya ilmiah dengan hasil sempurna dan waktu yang cepat?

Yuk hubungi Admin sekarang, online 24/7 via WhatsApp