Keuangan: Cara Menyikapi Pinjaman Online

Halo apa kabar nih? abang selalu doakan semoga kalian sehat selalu dan diberikan keberkahan setiap perjalanan hidupnya.

Kemarin sempat hebohnya permasalahan pinjaman online yang melibatkan sebuah salah satu instansi pinjaman online dengan peminjam yang berbuntut kepada kasus kematian.

Hal ini menjadi sorotan karena pada permasalahan ini menyebabkan kematian dan itu harus dilihat kembali dari setiap aspeknya. Disini abang tidak akan membahas soal permasalahannya.

Tetapi kepada bagaimana sikap kita menyikapi masalah ini dan bagaimana permasalahan ini menjadi pembelajaran untuk kita semua.

Menurut abang, pembelajaran yang berharga adalah pengalaman seseorang. Adanya masalah ini membuat kita dapat belajar. Jadi tidak perlu berpanjang lebar lagi, check this out!

Deskripsi

Sebelum bahas lebih lanjut, kita harus mengetahui apa itu pinjaman online itu tersebut. Sebagaimana kata ‘pinjaman online‘, itu berarti suatu bentuk bantuan finansial dari instansi keuangan secara online.

Bantuan disini bukan pemberian seperti dari yayasan tapi pinjaman dengan adanya periode waktu tertentu dalam pengembalian dana dan disertai dengan biaya jasa yang ditetapkan oleh pihak peminjam alias bunga.

Pinjaman online ini konsep dasar atau awalnya adalah pinjaman offline yang sebelumnya di masyarakat dikenal kenal dengan ‘lintah darat’ yang memiliki syarat pinjaman yang mudah tapi dengan bunga yang cukup besar.

Walau demikian tidak semua pinjaman offline pada saat itu ‘lintah darat’, karena ada instansi pinjaman yang bentuknya BUMN seperti Pegadaian atau lainnya.

Bunga disini tidak terikat atau tidak berkorelasi dengan bunga bank konvensional tapi sudah ditentukan dari pihak pemberi pinjaman yang sebelumnya sudah menjadi kesepakatan dengan peminjam.

Seiring waktu mulai adanya pinjaman online yang mana peminjam tidak perlu datang ke kantor/rumah yang dapat memberikan pinjaman tapi dapat melakukan pinjaman melalui website atau aplikasi.

Sebelumnya batasan ruang lingkup pinjaman online disini adalah semua transaksi pinjaman dapat dilakukan melalui website atau aplikasi tersebut, bukan hanya registrasi dan kepunyaan akun saja.

Apabila registrasi online tapi setiap proses peminjaman seperti akad pinjam dan lainnya tetap secara offline tidak bisa dikatakan itu adalah pinjaman online.

Pinjamanan online awalanya berfokus kepada 1 bidang produk. Contohnya ada instansi pinjaman online untuk pembelian kredit kendaraan atau pinjmanan online untuk keperluan cicilan barang eletronik atau gadget.

Waktu terus berlanjut dan trigger kuatnya saat pandemi kemarin yang membuat bermunculan pinjaman online dalam bentuk tunai tanpa ada jaminan.

Sebelumnya masih adanya jaminan seperti di Pegadaian, tapi sejak pandemi hal yang digadaikan pun sudah tidak ada. Maka kebutuhan akan uang tunai dan tidak ada jaminan menjadi keinginan beberapa masyarakat.

Sejak itu bermunculan peluang dan beberapa instansi menawarkan pinjaman online yang mudah, cepat, tanpa ada jaminan.

Kategori Pinjaman Online

Berdasarkan penjelasan pinjaman online di atas, kita mendapatkan kategorisasi dari pinjaman online. Ada beberapa kategori atau jenis dari pinjaman online. Berikut ini apabila kita bahas masing-masing kategorinya.

A. Peer to Peer Lending

Mungkin ini beberapa orang akan asing dari kata ini, tapi bagi para pengusaha bisnis sangat mengetahui ini. Ini adalah marketplace yang mempertemukan pihak peminjam dan pemberi pinjaman.

Konsepnya penerima pinjaman membuat sebuat CV yang akan ditampilkan agar para pemberi pinjaman yang meminjamkan dananya. Konsep CV nya itu biasanya adalah history dari usaha atau bisnis yang dijalankan.

Setelah itu ada informasi seperti track record dari pembayaran dari peminjam dana apakah selalu membayar saat jatuh tempo nya atau ada delay, bentuk usahanya apakah bisa sustainable atau tidak.

Atau parameter tertentu yang bisa dilihat dari pemberi pinjaman. Apabila pemberi pinjaman yakin dengan CV yang dibuat maka dia akan memberikan dana dengan persyaratan jatuh tempo yang telah ditentukan berserta besaran bunganya.

B. Pinjaman Online Usaha

Selanjutnya ada namanya pinjaman online usaha. Sederhananya adalah instansi ini akan memberikan peminjaman untuk produk usaha.

Ini biasanya lebih sederhana dari peer to peer, persyaratannya seperti KTP, buku keuangan dari usahanya dan juga surat SIUP dari usahanya.

Pinjaman online dianggap lebih praktis daripada melakukan pinjaman usaha kepada pihak bank yang lebih meminta banyak jaminan atas pinjaman usahanya.

C. Pinjaman Online Tunai

Terakhir adalah pinjaman online tunai, ini yang menjadi sangat ramai pada saat ini. Konsep pinjaman online tunai cukup sederhana.

Pertama adanya platform yang nantinya peminjam cukup mengisikan data pribadi dan besaran pinjaman. Setelah itu pihak pemberi pinjam akan melakukan pengecekan apakah peminjam sudah ada tanggungan atau kredit macet.

Apabila tidak, instansi akan memberikan pinjaman tanpa jaminan dan uang tunai akan cair biasanya kurang dari 24 jam. Maka dari itu, biasanya konsep pinjaman online tunai ini memiliki jatuh tempo yang pendek.

Biasanya di kurun waktu biasa 1-5 tahun untuk waktu tenornya. Persyaratan tanpa jaminan ini yang membuat ini sangat memudahkan seseorang, karena terkadang dia tidak punya aset apapun yang bisa dijadikan jaminan.

Cara Menyikapi Pinjaman Online

Melihat pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa yang terutama dari sikap kita dalam menghadapi pinjaman online ini adalah pondasi keuangan kita.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa begitu banyak iklan dan kesempatan yang ditawarkan pinjaman online kepada calon peminjamnya. Berbagai promo dan kemudahan membuat menariknya peminjam.

Sebenarnya tidak perlu kita takuti dari pinjaman online ini, soalnya tidak ada masalah kita melakukan pinjaman asalkan kita sudah dapat menghitung atas pinjaman kita tersebut.

Contohnya kita sudah menghitung besaran peminjaman dengan waktu jatuh tempo sekian dan bunga sekian. Kita lihat lagi apakah bunga floating atau flat.

Apabila flat, maka kita bisa hitung besaran tagihan yang harus kita keluarakan dan bunganya. Jangan sampai kita hitungan pengembaliannya tapi tidak bunganya.

Setelah itu kita hitung juga pemasukan kita, apakah pemasukan kita selama lama tenor masih memenuhi pinjaman atau tidak. Pemasukan di sini adalah sudah mengalami pemotongan dari kebutuhan kita.

Hal ini yang selalu dilupakan, misalkan pemasukan sekitar Rp 4.500.000,- dan tagihan peminjaman per bulan setelah dihitungan berserta bunganya Rp 2.050.000,-. Nah misalkan kebutuhan kita misalkan sekitar Rp 3.000.000,-.

Itu berarti sisa Rp 1.5000.000,-. Hal tersebut membuat mustahil melakukan pembayaran per bulan Rp 2.050.000 dan jangan sampai kebutuhan bulanan di potong, karena itu akan berdampak ke yang lainnya.

Jadi pastikan setiap melakukan peminjaman, bayarlah dengan uang ‘dingin’ atau uang yang memang tidak pakai. Menggunakan cara tersebut membuat kita aman dalam melakukan peminjaman.

Selain kepastian pembayaran yang sanggup dibayarkan setiap bulannya, pastikan memilih jasa peminjaman online yang jelas. Tentu karena ini adalah peminjaman online maka validasinya pun bisa dilakukan secara online.

Banyak caranya, pertama apakah perusahaan sudah terdaftar di OJK. Ini bisa di cek melalui media sosial, email, website atau apapun itu. Jadi Anda bisa cek hal ini secara langsung melalui OJK.

Selain itu waspadai beberapa hal, seperti apakah jelas lokasi kantor dari jasa peminjaman ini, baca kembali persyaratan peminjamannya (jangan pernah skip membaca).

Ada lagi seperti pastikan keseluruhan data seperti layanan pengaduan, dan lainnya dari perusahaan peminjam tersebut jelas dan masih banyak lagi. Anda bisa mencari informasi detailnya di internet.

Intinya adalah sekarang adalah eranya globalisasi dengan mendapatkan informasi itu dapat dilakukan melalui jaringan internet. Jadi janganlah malas untuk mencari tahu akan keuntungan dan risikonya.

Jangan sampai masalah Anda menjadi tidak selesai dan malah menambah masalah baru. Pastikan kembali saat Anda membutuhkan dana lebih, perencanaan keuangan Anda itu jelas.

Pastikan Anda sudah memikirkan kembali keputusan saat melakukan peminjaman dan pastikan kembali instansi yang akan meminjami Anda. Apakah instansi tersebut legal atau ilegal.

Hal tersebut membuat Anda menjadi aman, terbantu mengatasi masalah dan tidak membuat masalah baru bagi Anda. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, selain itu Anda bisa komentar artikel seperti apa lagi atau pembahasan hal lain untuk bulan berikutnya. So see you next month, dadah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam