5 Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan, Begini Caranya!

5 Tips Menjadi Guru yang Menyenangkan, Begini Caranya! - Jagoketik.com

Menuju era digital, berbagai tips menjadi guru yang menyenangkan wajib diketahui oleh banyak orang! Lebih-lebih bagi para pengajar formal seperti guru dan dosen, tips menjadi guru yang menyenangkan harus dikuasai guna menjamin kelancaran proses transfer ilmu kepada para peserta didik. Kira-kira, bagaimana sih cara menjadi guru yang baik dan profesional? Kamu bisa cek 5 (lima) contoh tips menjadi guru yang menyenangkan beserta cara melakukannya pada artikel Jagoketik berikut ini!

Baca juga: Jasa Edit Buku Gratis Revisi Berkali-kali, Cuma Rp5.000!

Ajarkan Materi secara Dua Arah!

Cara menjadi guru yang disenangi murid di masa kini ialah mengajarkan materi secara dua arah. Maksud dari mengajar secara dua arah adalah seorang guru tidaklah sebatas melakukan ceramah sepihak mengenai materi-materi belajar dengan cara yang disukainya saja, melainkan turut melibatkan murid untuk aktif menanggapi serta memberikan berbagai masukan atas apa-apa yang diajarkannya.

Pada poin pertama ini, bisa dilihat bahwa tips menjadi guru yang menyenangkan ialah memiliki sikap interaktif. Guru yang mampu mengajar secara interaktif akan dipandang menyenangkan bagi muridnya, karena mereka (murid) merasa diajak bergabung dalam proses pembelajaran. Berbeda halnya dengan pengajar tanpa pengetahuan tips menjadi guru yang menyenangkan, pola mengajarnya cenderung monoton dan tidak menjalin interaksi positif dengan para muridnya.

Mengajar Murid Terasa Sulit? Coba Order Jasa Ketik Jagoketik, Dijamin Bisa Meringankan Pekerjaan!
Mengajar Murid Terasa Sulit? Coba Order Jasa Ketik Jagoketik, Dijamin Bisa Meringankan Pekerjaan!

Diakui Punya Nilai Keteladanan!

Tips menjadi guru yang menyenangkan namun sering dilupakan adalah mendapatkan pengakuan untuk diteladani. Poin yang satu ini (rekognisi sosial) memang butuh kesabaran dan kekuatan ekstra, karena bukan perkara mudah untuk bisa diperhatikan oleh murid-murid zaman now yang konon katanya makin mudah untuk bersikap bodo amat terhadap segala sesuatu. Kendati begitu, rekognisi sosial berupa menjadi figur teladan wajib diperjuangkan oleh para guru.

Mendapatkan pengakuan sebagai figur teladan akan mempermudah proses penanaman kognitif dan afeksi dari guru ke para muridnya. Sepintar apapun seorang guru, bisa saja murid-muridnya akan tidak menaruh respek bila beliau (sang guru) tidak punya nilai-nilai positif yang dirasa layak untuk diteladani. Sebaliknya, guru yang punya mode super galak mungkin saja akan selalu dihargai oleh para muridnya karena punya nilai keteladanan tersendiri di hati mereka.

Nada Bicaranya Tidak Datar!

Dari segi teknik mengajar, tips menjadi guru yang menyenangkan adalah memakai nada bicara yang tidak datar. Persoalan bagaimana menjadi guru yang profesional sebenarnya tidak selamanya harus berkutat pada aspek digital, melainkan patut kembali memperhatikan hal dasar seperti nada bicara dari guru ke murid-muridnya. Nada bicara yang datar terbukti mudah menciptakan kesan monoton dan bosan berkepanjangan, sehingga harus diantisipasi dengan mempelajari teknik intontasi yang interaktif.

Bagaimana menjadi guru yang profesional? Simpel, mulailah dengan membenahi kemampuan public speaking dan presentasi dari diri sendiri. Tak perlu kiranya merasa malu atau takut, bila beberapa di antara kita adalah guru yang belum jago menguasai kemampuan tersebut. Justru, murid-murid zaman sekarang bisa sangat respek kepada guru yang mengakui kesalahan dan meminta feedback untuk perbaikan model pembelajaran sesuai kesepakatan bersama.

Selalu Memberi Dukungan Eksplisit!

Alternatif sikap yang diperlukan untuk menjadi guru yang baik sekaligus menyenangkan ialah sikap suportif. Sikap tersebut sebaiknya tidak hanya diyakini kebenarannya secara konseptual saja, namun juga harus dipraktekkan langsung dengan memeragakan perilaku-perilaku suportif kepada para murid. Dari perilaku suportif yang diinisiasi guru secara konsisten, rasa cinta dan hormat para murid pun nantinya potensial bertumbuh subur.

Menjadi seorang guru suportif bisa dimulai dari perilaku-perilaku sederhana. Contoh tersimpelnya adalah selalu memberi kata penutup yang menyemangati para murid untuk berjuang semampunya. Kata penutup tersebut bisa disampaikan setiap kali sesi kelas hendak usai dan makin oke kiranya divariasikan secara berkala; tidak memakai satu redaksi spesifik yang sama saja setiap waktunya.

Memanfaatkan Media Aktual nan Interaktif!

Usaha untuk menjadi guru menyenangkan di era sekarang yang serba digital perlu dilengkapi dengan pemanfaatan media belajar kekinian. Tips menjadi guru yang menyenangkan melalui pemanfaatan media belajar sudah direkomendasikan banyak pihak, bahkan oleh Kemendikbudristek Republik Indonesia. Penting sekali untuk memahami perkembangan tren dan minat para murid, yang mana nantinya perkembangan tersebut disesuaikan oleh guru dengan memanfaatkan media belajar yang relevan terhadap minat-minat kekiniannya para murid.

Kendati perlu up-to-date, esensi yang lebih utama di balik pemanfaatan media belajar kekinian ialah interaktivitas belajar. Seperti pada poin pertama tadi, kemampuan komunikasi yang merangkul akan menjadi penentu apakah murid terdorong aktif atau pasif ketika mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Media kekinian hanyalah penunjang komunikasi, sementara i’tikad dan inisiatif berinteraksi adalah akar utama yang lebih menentukan segalanya.

Suka artikel ini? Yuk, bagikan ke temanmu!

Baca juga:

Jasa Edit Dokumen (Formating)
Percantik Dokumenmu dengan Layanan Formating dari Jagoketik, Serba Bisa dan Murah Meriah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam