4 Cara Menemukan Research Gap dengan Mudah

4 Cara Menemukan Research Gap dengan Mudah

Selain topik, research gap juga menjadi salah satu hal penting dalam sebuah penelitian. Sebab, jika tidak ada research gap, maka tidak ada yang menjadi acuan masalah dalam meneliti. Ini dia cara menemukan research gap untuk melakukan penelitian.

Definisi Research Gap

Research gap adalah kondisi di mana hasil penelitian yang dirumuskan dengan data yang menjadi pendukung terdapat inkonsistensi.

Dalam bahasa Indonesia, research gap juga disebut celah riset / penelitian. Celah penelitian merupakan masalah yang dibahas dalam penelitian.

Jenis Research Gap

Research gap memiliki lima jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Theoretical Gap
  2. Conceptual Gap
  3. Empirical Gap
  4. Methodological Gap
  5. Practical Gap

Cara Menemukan Research Gap

Beberapa hal dapat dilakukan untuk menemukan research gap. Empat di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menemukan Fenomena yang Belum Dijelaskan oleh Teori

Pertama, yang harus kita lakukan adalah jangan keluar jalur dan tetap fokus pada bidang ilmu masing-masing.

Anda bisa mengamati kejadian dalam bidang ilmu Anda dengan teliti. Jika sudah menemukan kejadian yang sekiranya menarik, cari tahu apakah ada teorinya.

Jika belum ada teorinya, berarti di situlah letak celahnya. Ada hal yang sudah berjalan tetapi belum memiliki teori, terdengar agak aneh bukan?

Maka dari itu, Anda bisa menelitinya dengan menggunakan teori-teori lain yang relevan.

2. Menemukan Konsep yang Tidak Diperhatikan oleh Penelitian Terdahulu

Cara menemukan research gap kedua yaitu dengan membaca penelitian terdahulu. Temukan konsep yang sebenarnya berhubungan tetapi tidak menjadi fokus penelitian.

Selain itu, konsep itu juga mungkin perlu diperbarui atau diberi penjelasan lebih lanjut, agar bisa memberikan manfaat yang lebih baik. Anda bisa mencarinya dalam latar belakang artikel penelitian.

3. Menemukan Inkonsistensi dari Hasil Penelitian Terdahulu

Jumlah penelitian terdahulu tidak hanya satu. Dari sekian banyak penelitian, biasanya ada beberapa yang memiliki hasil berbeda. Misalnya, penelitian A memiliki hasil bahwa variabel X dan Y berhubungan secara positif.

Sementara itu, hasil penelitian B menyebutkan bahwa variabel X dan Y berhubungan secara negatif.

Perbedaan hasil tersebut bisa menjadi research gap yang kemudian diteliti ulang oleh Anda.

4. Menemukan Kekurangan dari Penelitian Terdahulu

Setiap riset atau penelitian pasti memiliki kelemahan. Salah satu yang menyebabkan hal ini terjadi adalah karena teori yang digunakan dibatasi pada teori tertentu.

Maka dari itu, seringkali artikel penelitian menjabarkan apa saja yang bisa diteliti lebih lanjut.

Anda sering menjumpai bagian keterbatasan dan saran untuk penelitian mendatang di sebuah artikel penelitian, bukan?

Salah satu maksud dari bagian tersebut adalah supaya peneliti selanjutnya tahu apa yang harus diteliti lebih jauh.

Menemukan celah penelitian memang kegiatan yang menantang. Maka dari itu, sebaiknya Anda meluangkan waktu dan selalu fokus dalam melakukannya.

Empat cara menemukan research gap di atas semoga bisa membantu Anda.

Baca juga:

Jasa pembuatan jurnal nasional dan internasional

Referensi:

  • https://www.harmony.co.id/blog/research-gap-metode-evaluasi-penelitian-yang-dapat-anda-terapkan-dalam-bisnis
  • https://www.marisscience.com/2020/07/5-tipe-research-gap-berguna-dalam-penelitian-skripsi-tesis-disertasi.html
  • https://dosen.perbanas.id/wp-content/uploads/2017/04/Hazierah-5-Research-Gap.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Hai, saya Intan spesialis pengetikan, penulisan dan pembuatan jurnal, skripsi, tesis ataupun karya ilmiah