Mengembangkan Bisnis UMKM Menggunakan Strategi Pemasaran Media Sosial

Halo kalian, bagaimana di akhir 2023 ini? apakah sudah banyak yang tercapai di 2023 dan melanjutkan tren positif di 2024?

Abang doakan semoga kalian semua selalu mendapatkan hal positif di 2023 ini dan di tahun 2024 selanjutnya. Pada bulan ini, abang akan membahas UMKM.

Setelah melihat debat Capres dan Cawapres kemarin yang sempat membahas UMKM, kali ini abang akan membahas bagaimana UMKM dapat bermain atau memanfaatkan media sosial.

Seperti kalian ketahui, sempat ada masalah penutupan sejumlah platform dikarenakan persaingan UMKM di Tanah Abang dengan yang berjualan melalui platform seperti Tiktok atau Instagram.

Disini seharusnya setiap UMKM dapat memanfaatkan setiap ruang untuk mengembangkan usahanya, baik secara offline maupun online. Bahkan yang mempunyai toko offline-nya dapat menjadi nilai poin.

Hal tersebut dikarenakan timbul rasa validasi kalau orang atau usaha tersebut benar-benar ada karena ada toko secara fisiknya yang mana itu tidak ada di bentuk bisnis yang full online.

Nah kali ini abang akan kasih tahu teknik-teknik yang mungkin bisa digunakan oleh UMKM dalam menjalankan bisnisnya dengan memanfaatkan ruang media sosial dalam mempromosikan produknya.

So check this out!

Deskripsi

Pada penjelasan, abang tidak akan menjelaskan apa artinya marketing media sosial, itu kalian bisa melakukan pencarian sendiri di Google, disini abang akan menjelaskan sederhananya dari marketing di sosial media.

Penggunaan platform media sosial untuk berinteraksi dengan pembeli atau calon konsumen dalam rangka mengembangkan dan memasarkan produk.

Media sosial dapat dimanfaatkan sebagai meningkatkan penjualan, meningkatkan engagement dari yang melihat produknya, dan dapat menjalinhubungan dengan konsumen.

Untuk mencapai tujuan pemasaran, hal ini memerlukan membuat dan penyebaran konten di platform media sosial. Bentuk konten ini bisa seperti gambar, video, artikel, infografis, dan lainnya.

Selain membuat konten, kalian juga harus menganalisa algoritma dari media sosial yang digunakan. Contoh misalkan berjualan di Tiktok.

Tiktok itu konsep algoritma dasarnya berdasarkan penyebaran secara acak kesemua penggunanya, maka dari itu mau akun baru atau lama dapat kesempatan dilihat semua orang.

Jadi perlunya timing yang tepat untuk melakukan posting konten, karena semua orang memiliki peluang yang sama. Beda dengan Instagram yang dasarnya adalah fanbase.

Jadi selama pernah melihat dan menyukai, pengguna akan terus di mention update dari konten dari akun tersebut karena pernah menyukai atau bisa dibilang fanbase dari akun tersebut.

Itu lah mengapa terkadang kita di mention di feed dari Instagram itu, “kamu pernah menyukai konten si A”, itu dikarenakan algoritma dari Instagram demikian.

Strategi Pemasaran Sosial Media

Setelah kita mengetahui penjelasan diatas, maka kita dapat mengetahui bahwa ada beberapa kebiasan yang perlu di adjustment setiap medianya.

Tidak bisa kita perlakukan sama karena setiap algoritma media sosial berbeda-beda. Maka perlu adanya starategi guna mengatasi hal tersebut. Berikut ini abang berikan penjelasannya.

  • Menentukan tujuan bisnis dan pembeli/konsumennya
    Identifikasi tujuan spesifik dari bisnis, buat diagram alur guna meningkatkan penjualan. Contohnya kesadaran merek, keterlibatan pelanggan, pahami target pembeli/konsumen (demografi, preferensi, dan perilaku mereka).
  • Pilih platform yang relevan
    Pilih platform media sosial di mana konsumen paling aktif. Misalnya Tiktok mungkin lebih baik untuk momentum cepat atau Instagram dan Facebook cocok untuk produk visual.
  • Konten yang menarik
    Kembangkan konten yang sesuai dengan konsumen. Padukan konten yang informatif, menghibur, dan promosi. Gunakan visual (gambar, video, infografis) untuk menarik perhatian.
  • Konsisten
    Pertahankan jadwal posting yang konsisten. Gunakan alat penjadwalan untuk merencanakan postingan sebelumnya. Konsistensi membantu membangun pengikut setia.
  • Buat hubungan dengan konsumen
    Tanggapi komentar, pesan, dan ulasan dengan segera. Terlibat dalam percakapan, jalankan jajak pendapat, ajukan pertanyaan dan buat calon konsumen atau pembeli merasa dihargai.
  • Manfaatkan fasilitas iklan media
    Berinvestasilah dalam iklan bertarget. Platform seperti iklan Facebook dan Instagram memungkinkan penargetan yang tepat berdasarkan demografi, minat, dan perilaku. Bereksperimenlah dengan format iklan yang berbeda untuk melihat mana yang terbaik.
  • Kolaborasi dengan pembuat konten
    Kerja sama atau kolaborasi dengan influencer atau bisnis yang saling melengkapi untuk promosi silang. Kolaborasi dapat memperluas jangkauan produk ke target pembeli baru.
  • Pelajari media sosial
    Pantau kinerja upaya media sosial. Lacak metrik seperti keterlibatan, jangkauan, konversi, dan ROI. Gunakan data ini untuk mengoptimalkan strategi media sosialnya.
  • Adaptasi terhadap tren
    Tren media sosial berubah dengan cepat. Tetap update dengan tren terbaru dan sesuaikan strateginya. Bereksperimenlah dengan fitur atau format baru yang ditawarkan oleh platform media sosial.
  • Feedback dan peningkatan konsumen
    Gunakan media sosial sebagai platform untuk mengumpulkan feedback. Dengarkan saran dan kritik pembeli produk dan terapkan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan produk atau layanan.

Simpulan

Pemasaran media sosial yang sukses untuk UMKM membutuhkan kesabaran, eksperimen, dan kemauan untuk beradaptasi. Sesuaikan strategi berdasarkan apa yang paling cocok untuk bisnis dan pembeli/konsumen produk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam