Evaluasi Modernisasi Alusista TNI Tahun 2021

sumber foto : solopos.com

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 merupakan titik sorotan terhadap kapabilitas pertahanan Indonesia dilihat dari postur pertahanan.

Pasalnya, kapal selam tersebut membuktikan diperlukannya hirauan lebih pemerintah terhadap modernisasi alusista TNI untuk pertahanan darat, laut, dan udara, terutama dalam perihal peremajaan.[1]

 Namun dilihat dari anggaran Kementerian Pertahanan saat ini, dinilai kurang melihat peremajaan sistem persenjataan untuk hakikat pertahanan negara dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, persentase anggaran Kementerian Pertahanan Berdasarkan Program tahun 2021 diprioritaskan untuk dukungan manajemen sebesar Rp 73,3 Triliun, dibandingkan modernisasi pertahanan sebesar Rp 43,1 Triliun termasuk Alusista, Non-Alusista, maupu Sarpras TNI.[2]

Selain itu, terdapat kesejahteraan prajurit, penggunaan kekuatan dan sebagainya dilihat dari Gambar  1.

Gambar 1 Anggaran Kementerian Pertahanan Berdasarkan Program Tahun 2021

(Sumber: Kementerian Keuangan, 2021)

Rincian prioritas anggaran belanja Kementerian Pertahanan juga dinilai tidak proporsional.

Hal ini pun dirincian pengadaan dan pemeliharaan perawatan alusista TNI yang diduduki anggaran tertinggi di tahun 2021 adalah Angkatan Udara dibandingkan Angkatan Laut dan Angkatan Darat.

Pengadaan untuk matra udara mencapai Rp 8,19 Triliun, sementara matra laut sebesar Rp 8,03 Triliun dan matra darat hanya sebesar Rp 3,88 Triliun.[3]

Dalam segi anggaran Kementerian Pertahanan, beberapa program memiliki anggaran fantastis, namun dinilai tidak tepat sasaran melihat urgensitas alusista TNI yang semakin mengkhawatirkan, tidak adanya peremajaan, dan dinilai tidak layak untuk operasi militer maupun non-militer.[4] 

Undang-undang No. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan menyebutkan bahwa proses pengadaan peralatan persenjataan memerlukan peran industri nasional sebagai langkah awal kemandirian industri pertahanan.

Namun, membutuhkan banyak waktu dan biaya, karena berkenaan dengan riset dan pengembangan, mekanisme transfer of techonology (ToT) kepada industri pertahanan dalam negeri untuk mendorong kemandirian peralatan dan persenjataan.[5]

Meskipun demikian kebutuhan, serta peremajaan diperlukan untuk mencegah kembali kecelakaan kepada putra-putri prajurit terbaik yang didapatkan oleh negara, seperti baru-baru kapal selam KRI Nanggala-402, F-16 yang terbakar di tahun 2015 lalu, serta F-16 mengalami kebocoran sistem hirdrolic merusak sistem terbang dan sebagainya. [6]

Pembelian dan pengadaan untuk kepentingan postur pertahanan maupun kebijakan Minimum Essential Force (MEF) dinilai merugikan dilihat dari pembelian, maupun hibah dari negara-negara mitra yang mengancam banyak pihak dan merugikan negara dalam ranah ekonomi di bidang pertahanan.

DAFTAR REFERENSI

Haripin, M. (2016). Rearming the Indonesian State: The Role of Defence Industry Policy CommitteeRitsumeikan Journal of International Relations and Area Studies44, 39-58.

Kementerian Keuangan (2021) Buku II Nota Keuangan Beserta APBN 2021. Jakarta: Kementerian Keuangan

Annur, Cindy Mutia (2021) Anggaran Modernisasai TNI AU Tertinggi pada 2021. Databoks Artikel Online KataData.

Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (2020) Peremajaan Alutsista TNI Perlu Dipercepat. Artikel DPR Komisi 1.

PT Pal Indonesia (2020) Kebijakan Modernisasi Alutsista Laut Berbasis MEF Tahap III. Publikasi Artikel Departemen Humas PT Pal Indonesia (Perseso)

Araf, Al & Hussein Ahmad (2020) The thorn in modernization of primary weapons system. The Jakarta Post Academia Opinion Section.


[1] HARIPIN, M. (2016). Rearming the Indonesian State: The Role of Defence Industry Policy Committee. Ritsumeikan Journal of International Relations and Area Studies44, 39-58. Diunduh dari <https://core.ac.uk/download/pdf/92528962.pdf>

[2] Kementerian Keuangan (2021) Buku II Nota Keuangan Beserta APBN 2021. Jakarta: Kementerian Keuangan Diunduh dari <https://www.kemenkeu.go.id/media/16834/buku-ii-nota-keuangan-beserta-apbn-ta-2021.pdf> [29/04/2021]

[3] Annur, Cindy Mutia (2021) Anggaran Modernisasai TNI AU Tertinggi pada 2021. Databoks Artikel Online KataData. Diakses dari <https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/04/28/anggaran-modernisasi-alutsista-tni-au-tertinggi-pada-2021> [29/04/2021]

[4] Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (2020) Peremajaan Alutsista TNI Perlu Dipercepat. Artikel DPR Komisi 1. Diakses dari <https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/29024/t/Peremajaan+Alutsista+TNI+Perlu+Dipercepat> [30/04/2021]

[5] PT Pal Indonesia (2020) Kebijakan Modernisasi Alutsista Laut Berbasis MEF Tahap III. Publikasi Artikel Departemen Humas PT Pal Indonesia (Perseso) Diakses dari <https://pal.co.id/2020/02/publikasi/artikel/kebijakan-modernisasi-alutsista-laut-berbasis-mef-tahap-iii/> [30/04/2021]

[6] Araf, Al & Hussein Ahmad (2020) The thorn in modernization of primary weapons system. The Jakarta Post Academia Opinion Section. Diakses dari <https://www.thejakartapost.com/academia/2020/08/03/the-thorn-in-modernization-of-primary-weapons-system.html> [30/04/2021]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Kami sedang online
Butuh bantuan untuk pengetikan, edit, atau pembuatan berbagai jenis dokumen besok langsung jadi? Chat admin sekarang di WhatsApp!