Bongkar Digital Marketing! Part 3

Halo apa kabar semuanya, abang mau tanya bagaimana kesehatan kalian semua? semoga kalian tetap diberikan kesehatan agar tetap dapat beraktivitas seperti biasanya yah.

Kalau kalian sudah mengikuti part 1 dan 2 sebelumnya pasti kalian sudah menunggu part 3 nya, tapi apabila belum kalian bisa mencari artikel part 1 dan 2 sebelumnya yah di Jagoketik Blog ini.

Oke, kita lanjut untuk part 3 ini, check this out!

Sebelumnya part 2, kita sudah bahas soal Digital Advertising dengan Email Marketing yang di mana dari kedua tersebut memiliki caranya masing-masing dalam digital marketing. Selanjutnya adalah Social Media Marketing, Content Marketing, dan Viral Marketing.

Social Media Marketing

Seperti namanya, Social Media Marketing pasti kalian sudah dapat menebaknya kalau ini ada teknik digital marketing dengan media plaformnya adalah media sosial.

Prosesnya melakukan promosi atau memberikan informasi terkait jasa atau barang yang kita tawarkan kepada calon pengguna/pelanggan/kustomer di media sosial baik secara bayar atau gratis.

Ada banyak pilihan untuk digital marketing di media sosial ini, kenapa begitu? iya karena banyak sekali bentuk sosial media seperti contohnya Facebook, Twitter, Tiktok, Instagram, Pinterst, Tumblr, Youtube, dan masih banyak lagi yang bisa disebutkan.

Begitu banyak pilihan dan begitu ragam format media sosialnya. Seperti contoh, untuk Twitter. Pada media sosial ini kita bisa promosi dengan berbagai pilihan seperti teks, gambar, dan video.

Tapi saya, kekurangan dari Tiwtter adalah terbatasnya deskripsi yang dapat diberikannya, beda dengan Facebook atau Instagram yang dapat memberikan deksripsi info atau caption yang lebih banyak.

Cuma Twitter memiliki keunggulan, yaitu teks yang diberikan menjadi lebih lugas dan singkat. Itu berarti lebih poin dan tidak bertele-tele dalam memberikan pesannya.

Beda lagi dengan bentuk Instagram yang lebih fokus pada gambar atau video seperti pada Tiktok. Itu berarti gambar atau video tersebut fokus dengan informasi yang ingin diberikan kepada calon pengguna atau pelanggananya.

Untuk captionnya mungkin bisa sedikit atau cuma informasi seperti alamat atau keterangan lainnya. Beda halnya dengan Youtube. Kecenderungannya hanya pada Video.

Contoh promosi Ternakuang di Facebook

Dari semua media sosial ini, melahirkan yang namanya Influencer yang memiliki peranan lebih kuat dalam mempromosikan suatu produk baik jasa atau barang langsung ke follower atau fansnya

Itu membuat telah memiliki target pasar tertentunya dan itu tentu dapat memudahkan proses digital marketing. Kenapa demikian? itu berarti bisa disesuaikan langsung pasarnya tanpa harus test pasar terlebih dulu.

Sebagai contoh, apabila produknya makanan atau minuman. Bisa menggunakan influencer yang di mana marketnya adalah bidang makanan dan minuman. Seperti Tamboy Kun, atau Nex Carlos atau Mgdalena atau lainnya.

Atau apabila pasar marketnya adalah produknya adalah produk yang ruang lingkupnya keluarga maka bisa seperti Raffi Ahmad dengan Rans yang di mana core nya itu adalah keluarga.

Lainnya seperti hewan mungkin? bisa ke Panji Petualang atau Arshad Ahmad. Misalkan perihal kecantikan seperti skin care atau make up bisa menggunakan beauty vlogger seperti Tasya Farasya, Hafrida Vindy, dan lainnya.

Karena telah memiliki target pasarnya maka membuat pemilik barang atau jasa ini dapat langsung menyesuaikan produk mereka ingin dipasarkan di market yang mana tanpa harus di testing dulu.

Bahkan tidak hanya kategori marketingnya, dengan media sosial bisa terlihat dari rentang umur penggunanya atau jumlah penggunanya.

Seperti contohnya, pengguna Facebook itu rentang usianya 18-45+ tahun sama seperti Twitter, atau Tiktok yang lebih muda yaitu 10-30 tahun.

Begitu banyak hal yang dapat ditawarkan media sosial membuat para pemilik barang dan jasa ini menjadi banyak pilihan dan caranya mendapatkan pasarnya.

Content Marketing

Setelah sebelumnya membahas Social Media Marketing. Selanjutnya adalah kontennya, seberapa penting konten ini? Sungguh, ini hal yang sangat penting.

Bahkan SEO dan Social Media Marketing yang kita bahas sebelumnya tidak akan menghasilkan apapun apabila tidak ada konten atau kontennya tidak berjalan dengan semestinnya.

Konten adalah isi dari informasi atau pesan yang ingin disampaikan kepada calon pengguna/pelanggan. Tanpa konsep yang jelas pada konten membuat konten tersebut menjadi tidak berguna atau sia-sia saja.

Sebagai contoh, menggunakan influencer yang mempunyai nama atau target pasarnya menjadi tidak sampai apabila isi kontennya tidak jelas atau bahkan bisa ditolak influencer.

Saat membuat konten, pertama yang harus dipikirkan adalah isi dari konten tersebut. Isinya dapat memberikan informasi yang cukup dan efisien saat disampaikan kepada target pasar. Bahkan sifatnya untuk masa sekarang ampun masa depan.

Contohnya, desain atau bentuk konten menyampaikan informasi yang ingin disampaikan sekarang dan apabila konten tersebut dilihat sama user atau pengguna di masa nanti misalkan 1 (satu) bulan atau bahkan 3 (bulan) masih sangat informatif dan tidaklah basi.

Konten pun harus memiliki ikatan yang emosional kepada yang melihatnya, karena bila tidak maka dianggap tidak relevan atau persepektifnya akan berbeda.

Apabila itu terjadi maka informasi yang ingin disampaikan menjadi tidak tersampaikan atau bahkan diabaikan oleh pengguna aplikasi.

Bentuk konten pun berbagai macam, dari bentuknya infografik, website atau blog seperti pada Jagoketik Blog, Podcast, maupun video dengan durasi pendek seperti pada Tiktok atau Reels IG atau panjang seperti pada Youtube.

Viral Marketing

Berangkat dari memilih media sosialnya setelah itu membuat kontennya dan terakhir adalah bagaimana bisa meningkatkan kinerja konten sesuai yang diharapkan.

Ini pun menjadi salah satu teknik yang digunakan oleh pembuat konten, yaitu bagaimana konten tersebut dapat viral agar menjadi ramai di publik dan banyak dibicarakan.

Menu trending pada Youtube

Konsep ini bisa cenderung negatif maupun tidak, tergantung bagaimana menyampaikannya. Tapi walau begitu memiliki hasil yang sama yaitu engagement atau bisa dibilang meningkatkan keterlebihan pengikut dalam hal melihat atau bereaksi kepada konten yang dibuat.

Semakin engagement-nya tinggi maka pengaruh konten yang di buat di mata publik makin berpengaruh. Maka dari itu pada media sosial ada fitur yang namanya trending yang di mana untuk mengategorikan konten tersebut.

Semakin viralnya suatu konten yang dibuat maka akan semakin trending konten tersebut, semakin trending maka view pun akan semakin tinggi dan itu berarti informasi yang disampaikan akan semakin banyak diterima calon pengguna atau pelanggan.

Fitur tren pada Twitter

Itu berarti konsep dari Viral Marketing ini berhasil dan membuahkan hasilnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam