Berlatih Mindfulness Saat Pandemi?

Bagaimana kabarnya para pembaca setia artikel dari Jagoketik.com? Akhir-akhir ini keadaan semakin terasa berat ya, ketakutan, kepenatan, rasa cemas, bahkan kabar duka terdengar dihampir seluruh penjuru dunia. Namun, pandemi ini juga menjadi berkah bagi sebagian orang yang mulai menemukan bakat hingga kemampuan barunya dan tidak lupa untuk saling menjaga satu sama lain, menumbuhkan kepedulian kepada orang terdekat, dan menguatkan dengan doa.

Lalu kita menjadi bertanya-tanya kapan pandemi ini akan berakhir? Apakah kita bisa bertahan atau akan menyerah? Pikiran-pikiran itu muncul dibenak kita seiring dengan ketakutan dan kecemasan menghampiri kehidupan kita sehari-hari.

Jadi, apa yang bisa kita usahakan untuk bertahan?

Overthinking muncul ketika kita memikirkan sesuatu dimasa mendatang yang bahkan belum diketahui apa yang sebenarnya akan terjadi, hal ini menjadi salah satu peran terbesar kita untuk mengalami ketakutan dan kecemasan akan kemampuan kita sendiri. Sebaiknya harus seperti apa kita berusaha mempertahankan kesadaran diri kita masing-masing? Ya, tepat sekali dengan mindfulness.

Mindfulness adalah keadaan dimana kita melatih pikiran untuk hadir pada saat ini dan sekarang sebagai bentuk pengaturan diri untuk memusatkan perhatian, merespon pikiran, merasakan sensasi dan emosi, memunculkan sikap penerimaan, tanpa ada penilaian apakah hal itu istimewa atau hanya biasa saja.

Dengan mindfulness kita mengajak diri kita untuk merefleksikan diri bahwa yang lalu telah berlalu tidak dapat kita ulangi, masa depan tetap akan datang tapi tidak ada yang tahu skenario seperi apa yang berjalan, yang bisa kita lakukan adalah berfokus pada masa kini, memperbaiki yang lalu dan mempersiapkan yang datang.

Lalu bagaimana hubungannya dengan keadaan pandemi saat ini?

Kita semakin sering bertanya kapan ini berakhir dan semakin sering berpikir coba saja dahulu aku seperti ini mungkin sekarang tidak seperti ini. Hal ini akan membuat imun menjadi tidak stabil dan bahkan bisa turun padahal yang kita butuhkan adalah kekuatan, kesehatan, dan juga kemampuan untuk bertahan serta bersyukur.

Cara sederhana yang bisa kita terapkan dalam mindfulness adalah menyadari keberadaan nafas yang diberikan oleh Tuhan hingga saat ini, setiap hari sekitar 1-2 menit mari luangkan waktu secara fokus untuk kita merasakan tarikan dan hembusan nafas yang kita miliki, kita rasakan cara bekerjanya dada dan perut saat kita bernafas yang bahkan selama ini kita tidak sadari bahwa setiap detik kita menghirup oksigen secara cuma-cuma dari Tuhan tetapi tidak pernah hadir dan mendalami proses alamiah nikmat dari Tuhan itu terjadi pada tubuh kita. Hal inilah salah satu contoh sederhana dari arti hadir sekarang dan saat ini.

Semoga kamu yang membaca ini bisa selalu bertahan untuk orang terdekat, orang yang kamu sayangi dan kasihi, dan tentu untuk dirimu sendiri. Stay safe & healthy. See you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Kami sedang online
Butuh bantuan untuk pengetikan, edit, atau pembuatan berbagai jenis dokumen besok langsung jadi? Chat admin sekarang di WhatsApp!