Mental Health Awareness

Pada tahun 2018 indonesia mencatat 265 juta orang meninggal akibat bunuh diri.Kemenkes mencatat tingginya keinginan bunuh diri terdapat pada remaja berumur 12-18 tahun dan sebanyak 4,3 persen laki laki dan 5,9 persen perempuan memiliki keinginan tersebut,persentase diatas didapatkan dari hasil survey yang telah dilakukan dengan jumlah responden lebih dari 10 ribu.

Penyebab kematian pada kelompok umur 15-29 terjadi dinegara dengan penghasilan tingkat bawah atau menengah.

Dengan banyaknya jejak kasus bunuh diri disetiap tahun nya diharapkan bisa menjadi refleksi diri bagi kita semua sebagai manusia agar dapat memperhatikan kesehatan mental diri sendiri atau bahkan sekitar.

Di Indonesia sendiri sebenarnya sudah banyak webinar atau layanan psikologi murah bahkan gratis yang dapat dijadikan sarana agar memiliki mental health yang baik, sehat, dan stabil.

Sayangnya beberapa orang masih banyak yang menganggap remeh atau bahkan menganggap tabu mengenai mental health itu sendiri.Hal tersebut membuat saya ingin membahas mengenai pentingnya memiliki sifat aware terhadap kesehatan mental sejak usia dini melalui artikel ini.

Indonesia memiliki banyak catatan kasus bunuh diri yang tidak bisa dianggap sepele.

Mengapa orang memilih untuk bunuh diri? tidak hanya satu faktor yang dapat membuat seseorang  melakukan bunuh diri, tetapi apabila kita temukan akar masalah disetiap kasusnya maka kita akan bisa menyimpulkan bahwa salah satu faktornya adalah masih minim orang yang mengerti akan kesehatan mental.

Pelaku bunuh diri tidak bisa menyeimbangkan pikiran rasional dan irasional yang muncul dalam dirinya sehingga ia kerapkali butuh orang lain untuk menyadarkannya sehingga peran orang lain atau keluarganya sangat dibutuhkan untuk menguatkan.

Dengan menanamkan pengetahuan mengenai peduli kesehatan mental kepada seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat mengurangi kasus bunuh diri, depresi, anxiety atau isu kesehatan mental lainnya agar setiap manusia dapat membantu dirinya sendiri bahkan orang disekitarnya.

Selain itu kesehatan mental juga dapat dikatakan penting karena tanpa memperdulikan kesehatan mental maka kesehatan fisik dapat terganggu,tak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik namun kesehatan mental juga berkaitan dengan kehidupan sosial dan aspek lainnya.

Tidak ada tolak ukur usia yang tepat untuk mulai menanamkan sifat peduli terhadap kesehatan mental diri sendiri.

Sebagai orang tua sebaiknya sifat aware terhadap kesehatan mental dapat ditanamkan sedari kecil kepada sang anak, para orang tua dapat memulai dengan mencari cara mendidik anak yang tepat.

Selain belajar dan menerapkan ilmu parenting yang tepat, orang tua juga perlu mengajari anak untuk peka dan kritis terhadap sekitar agar anak paham dan dapat membedakan mana tindakan yang melukai perasaannya ataupun sebaliknya, para orang tua juga dapat memberikan ilmu dasar untuk si kecil mengenai kesehatan mental.

Tidak perlu yang berat,cukup beri contoh kejadian atau pemahaman dari hal yang kecil, misalnya memberi tahu pentingnya mengatakan kata “tidak” apabila diminta bantuan namun kita sedang tidak bisa.

Jangan lupa untuk memberikan pemahaman juga ketika para orang tua memberikan larangan untuk anak, dengan diberikan pemahaman maka anak akan bisa belajar dan lebih dapat menerima larangan dari orang tua karena mereka mengetahui alasannya.

Apabila semua masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama maka tidak ada kata mustahil untuk menciptakan masyarakat yang peduli akan kesehatan mental.

Dengan adanya artikel ini diharapkan dapat membantu dan menginspirasi pembacanya untuk memperhatikan kesehatan mental yang dimulai dari diri sendiri lalu sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Kami sedang online
Butuh bantuan untuk pengetikan, edit, atau pembuatan berbagai jenis dokumen besok langsung jadi? Chat admin sekarang di WhatsApp!