Kalimat dikategorikan sesuai jumlah klausa yang dikandungnya sehingga menghasilkan klasifikasi kalimat sederhana (tunggal), kalimat majemuk (majemuk setara), kalimat kompleks (majemuk bertingkat), dan kalimat majemuk kompleks. Kesempatan kali ini kami akan mengeksplorasi perbedaan yang ada antara kalimat majemuk setara dan majemuk bertingkat.
Memahami Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara didefinisikan sebagai kalimat yang terbagi menjadi dua klausa atau lebih, yang masing-masing berhubungan setara dengan klausa lainnya. Hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk kerap kali diperlihatkan oleh kata penghubung dan, atau, maupun tetapi. Ketiga kata penghubung itu digantikan dengan kata penghubung serta (yang mempunyai arti sama dengan dan), sedangkan, padahal, dan melainkan (dengan makna yang menyerupai tetapi).
- Saya cenderung menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi istri saya lebih suka menyaksikan film terbaru.
- Kamu bisa menonton film tersebut dengan berlangganan aplikasi atau mengundungkan.
- Ketua RT kita sudah memutuskan untuk menyelenggarakan kerja baktu setiap dua minggu sekali serta setuju dengan adanya iuran wajib untuk konsumsi warga yang terlibat kerja bakti.
- Manchester United bukan sekadar klub sepak bola, melainkan sebagai identitas tentang kesetiaan dan perjuangan
Pengertian Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat kompleks atau kalimat majemuk bertingkat ditandai dengan adanya dua klausa, dengan satu klausa berfungsi sebagai perluasan dari klausa lainnya. Perluasan ini membentuk klausa subordinatif atau anak kalimat.
- Pak RT tiba di balai desa ketika rapat belum dimulai.
- Ia menyampaikan bahwa ayahnya akan menjenguknya.
- Pencurian di toko emas yang sempat mengejutkan masyarakat itu ternyata dilakukan oleh seorang tunawicara.
Klausa subordinat, sesuai dengan sifatnya, tidak mampu berdiri sendiri sebagai kalimat pelengkap. Anak kalimat secara inheren bergantung pada klausa utama untuk makna dan fungsinya. Dalam contoh yang disebutkan di atas, unsur-unsur ketika rapat belum mulai, bahwa ayahnya akan menjenguknya, dan yang sempat mengejutkan masyarakat diklasifikasikan sebagai klausa subordinat. Ketiganya berfungsi sebagai perluasan dari salah satu komponen dalam klausa utama.
Membedakan Kalimat Majemuk Setara dengan Kalimat Majemuk Bertingkat
Perbedaan antara kalimat majemuk dan kalimat bertingkat pada dasarnya berakar pada sifat hubungan yang ada antara klausa-klausa yang terlibat. Dalam kalimat majemuk, klausa-klausa tersebut menunjukkan hubungan koordinatif. Selain itu, konjungsi yang umum ditemukan dalam kalimat majemuk setara mencakup istilah-istilah seperti kemudian, lalu, lagi pula, hanya, padahal, sedangkan atau sementara, termasuk maupun. Berbeda dengan kalimat majemuk bertingkat yang terdiri atas klausa-klausa yang menunjukkan hubungan subordinatif.
