Plagiarisme, jenis-jenis plagiarisme, cara menghindari plagiarisme, dan cara menghilangkan plagiarism (parafrase) adalah topik-topik yang dibahas dalam teks ini.
Apa itu plagiarisme?
Dalam beberapa tahun terakhir, akibat perubahan kebijakan jurnal berbahasa Inggris, untuk menerbitkan artikel ilmiah dan ketegasannya, fenomena yang disebut plagiarisme, yang sebelumnya dikenal oleh kalangan peneliti, menjadi semakin menonjol.
Menurut kamus, kata plagiarize memiliki arti sebagai berikut:
- Mencuri atau mengambil ide atau perkataan orang lain dan menggunakannya seolah-olah miliknya sendiri, serta menggunakan produk orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
- Menyalin teks secara langsung tanpa memberikan sumber.
- Menyajikan ide atau produk seolah-olah asli meskipun diambil dari sumber lain.
Secara umum, plagiarisme dapat dianggap sebagai tindakan penipuan yang melibatkan pencurian karya orang lain serta pembohongan publik, dikarenakan mengklaim karya orang lain sebagai karyanya sendiri.
Nah, pertanyaan yang muncul bagi pembaca adalah, apakah kata-kata dan ide benar-benar dicuri dalam plagiarisme?
Secara hukum, jawaban atas pertanyaan ini adalah ya! Seperti halnya penemuan asli, ekspresi ide kreatif dilindungi oleh hukum hak cipta dan dianggap sebagai kekayaan intelektual.
Secara umum, semua bentuk ekspresi yang direkam dan didokumentasikan dengan cara tertentu (seperti buku atau berkas komputer) dilindungi oleh undang-undang hak cipta.
Berbagai jenis plagiarisme
- Menyajikan karya orang lain seolah-olah karya sendiri
- Menyalin kata-kata atau gagasan orang lain tanpa meminta izin dan mencantumkan sumbernya
- Tidak menggunakan tanda kutip saat mengungkapkan gagasan dan karya orang lain
- Memberikan informasi palsu atau tidak akurat tentang sumber kutipan
- Mengubah kata-kata tetapi menyalin struktur kalimat sumber tanpa mencantumkan sumber aslinya
- Menyalin banyak kata dan gagasan dari suatu sumber serta menggunakannya sebagai bagian utama dari karyanya sendiri, tanpa menyebutkan sumber terkait
Namun, sebagian besar kasus plagiarisme dapat dihindari dengan memberikan referensi.
Memberi tahu pembaca bahwa materi tertentu dalam artikel atau penelitian diambil dari sumber lain dapat membantu mencegah plagiarisme.
Konsekuensi plagiarism
Plagiarisme memiliki konsekuensi. Misalnya:
- Reputasi pelaku akan menurun dan tidak akan lagi memiliki prestise akademis seperti sebelumnya.
- Jika hal ini dilakukan oleh mahasiswa, ia akan didenda dan satu unit mata kuliahnya akan ditolak.
- Karena pencuri telah melanggar hak cipta, mereka harus membayar denda.
- Terkadang plagiarisme dapat menyebabkan dikeluarkannya seorang profesor atau mahasiswa.
Metode untuk menghindari plagiarisme
- Periksa sumber yang digunakan dalam teks.
- Jangan lupa mengutip dalam artikel.
- Cantumkan referensi dalam teks.
- Gunakan layanan pemeriksa plagiarisme untuk melihat persentase tumpang tindih dalam teks.
- Lakukan parafrase (kurangi persentase tumpang tindih, tulis ulang, dan penulisan ulang).
Apa itu parafrase?
Menulis ulang artikel untuk mengurangi tumpang tindih adalah salah satu cara untuk menghilangkan plagiarisme, yang juga dikenal sebagai paraphrase atau penulisan ulang.
Prosedur untuk parafrase yang tepat dan berkualitas tinggi adalah:
Bandingkan artikel asli dan teks yang telah ditulis, lalu buat perubahan yang diperlukan.
Bacalah teks dengan saksama untuk memahami maknanya dengan baik.
Catat poin-poin penting.
Tulis ulang apa yang telah Anda pahami dari buku tersebut.
