Klasifikasi Nomor Panggil dengan DDC di Perpustakaan

Apakah teman-teman familiar dengan label yang ada di buku koleksi perpustakaan? Label tersebut adalah pengklasifikasian buku yang dikelola oleh pustakawan untuk mengkategorikan koleksi buku di perpustakaan. Klasifikasi ini seringnya dikenal sebagai nomor panggil buku.

Kegunaan klasifikasi atau nomor panggil untuk buku tidak lain untuk memudahkan pengunjung perpustakaan sebagai pengguna dalam menemukan buku yang tersedia di rak buku perpustakaan. Namun di jaman yang serba digital ini, kita dapat dengan mudah mengetikkan nomor klasifikasi buku di mesin pencarian open public access catalog (OPAC).

Nomor yang tertera pada label tersebut pun tidak diberikan secara asal-asalan. Terdapat suatu standar untuk mengklasifikasikan koleksi buku tersebut. Umumnya setiap pustakawan professional akan menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC). DDC adalah pedoman bagi pustakawan maupun pemustaka ketika berada di perpustakan.

Sistem DDC ditemukan oleh Melvil Dewey seorang berkebangsaan Amerika ketika ia menjadi seorang pustakawan di salah satu kampus ternama. Dewey menerbitkan edisi pertama buku “Classification and Subject Index for Cataloguing, and Arranging the Books and Pamphlets of Library” pada tahun 1876, dan terus mengalami menambahan berbagai subjek terbaru. Hingga saat ini buku panduan DDC sudah mencapai edisi 23. Agar dapat digunakan oleh perpustakaan dengan skala kecil, DDC tidak lupa untuk menerbitkan edisi ringkas.

Banyak sekali versi sistem klasifikasi yang tercipta setelah DDC, namun hanya DDC yang paling lama bertahan. Meskipun dalam sistem DDC juga ditemukan beberapa kelemahan, akan tetapi sistem DDC yang dianggap enumerated, fleksible, universal dan sistematik mampu bertahan dan dapat dikembangkan secara terus–menerus.

Dalam DDC Dewey mengklasifikasilan subjek utama kedalam 10 kategori. Dewey mengklasifikasikan ke dalam 10 kategori dikarenakan dari kategori 1 sampai dengan kategori selanjutnya saling berkaitan dari awal pengkategorian sampai akhir pengkategorian. Kategori tersebut digambarkan dalam bentuk angka, yakni :

  1. 000 – 099 dengan tema subjek Karya Umum
  2. 100 – 199 dengan tema subjek Filsafat
  3. 200 – 299 dengan tema subjek Agama
  4. 300 – 399 dengan tema subjek Ilmu Sosial
  5. 400 – 499 dengan tema subjek Bahasa
  6. 500 – 599 dengan tema subjek Ilmu Murni
  7. 600 – 699 dengan tema subjek Pengetahuan Praktis
  8. 700 – 799 dengan tema subjek Kesenian dan Hiburan
  9. 800 – 899 dengan tema subjek Kesusastraan
  10. 900 – 999 dengan tema subjek Sejarah

Setelah mengetahui mengenai pengklasifikasian DDC di perpustakaan, semoga teman-teman yang sering ataupun akan ke perpustakaan lebih mudah untuk menemukan koleksi buku yang ada di perpustakaan dengan memanfaatkan sistem DDC.

Semoga Bermanfaat~

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam