Covid-19 Vaccine Hesitancy, Keraguan Dalam Menerima Vaksin

Vaksinasi Covid-19 program pemerintah dalam menanggulangi wabah Covid-19. Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 dijadikan sebagai strategi penanggulangan pandemi Covid 19 untuk melindungi masyarakat dunia dari infeksi SARS-CoV 2 yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas.

Namun tidak sedikit masyarakat yang menerima dengan begitu saja adanya program vaksinasi ini, banyak pro kontra untuk program vaksinasi Covid-19 yang diberlakukan pemerintah.

Timbulnya penolakan dan keraguan dalam penerimaan vaksin ini dikarenakan berbagai hal, mulai dari kurangnya kepercayaan populasi kepada kemanjuran dan keamanan vaksin, apakah benar penyakit Covid-19 ini merupakan penyakit yang berisiko serius bagi kesehatan, informasi hoax yang beredar terkait manfaatnya bagi kesehatan, kendala kemudahan dalam akses vaksin, kesediaan diri untuk melindungi orang lain, melalui kemandirian untuk divaksinasi.

Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan dalam bentuk Program Pengadaan Vaksin dan Pemberian Vaksinasi Covid 19 sebagai salah satu bentuk dari Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dengan adanya kebutuhan akan vaksin yang besar dan kondisi penyedian vaksin yang terbatas, ada 3 cara yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, yakni:

  • Mengembangkan vaksin Covid 19 secara mandiri di dalam negeri
  • Melakukan pembelian vaksin dari luar negeri
  • Melakukan kerjasama dengan lembaga internasional

Upaya pemenuhan akan vaksin, terus dilakukan oleh seluruh komponen pemerintah dengan saling kerja sama dan akan memakan waktu kurang lebih selama 15 bulan, dari Januari 2021 hingga Maret 2022.

Pada saat ini pandemi Covid 19 telah memasuki babak baru yakni proses vaksinasi yang telah berlangsung semenjak pertengahan Januari 2021.

Namun, tidak semua pihak menyambut program vaksinasi Covid 19 dengan sikap positif.

Fenomena Vaccine Hesitancy atau keengganan dan ketidakpercayaan terhadap vaksin yang muncul ditengah program vaksin ini tentu saja menghambat program vaksinasi Covid 19 yang dilakukan di seluruh penjuru dunia.

Vaccine Hesitancy sangat mengkhawatirkan karena terbukti bahwa Covid 19 menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar hingga sekarang.

Vaccine Hesitancy merupakan persoalan bagi kesehatan masyarakat.

Meskipun tingkat Vaccine Hesitancy bervariasi antar negara. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kepercayaan kepada teori konspirasi yang berkaitan dengan Covid 19 atau vaksin Covid 19, kesalahan informasi terkait vaksin Covid 19, kekhawatiran pribadi akan keamanan vaksin, pengembangan vaksin yang terlalu cepat, kepentingan politik, kepercayaan pada pemerintah, dan kurangnya edukasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam