3 Tips Parenting Character Anak

3 TIPS PARENTING CHARACTER ANAK


Hai sobat JK, welcomeback again dengan saya Rendi Kali ini saya akan memberikan tips dan trik untuk kamu yang sudah mempunyai anak dan bingung mendidik karena pada zaman ini lebih cenderung untuk addicted terhadap gadget/ponsel, ini adalah tindakan salah apalagi untuk usia anak yang baru beranjak 1-5 tahun.

PASTINYA kamu punya ajakan untuk menuruti apa yang dikehendaki anak , ya sebenarnya sih agak terkesan “tega” apalagi melihat si kecil meminta sesuatu dan menangis seperti itu kan, BUT itu dibutuhkan sebabnya kamu mengajarkan pentingnya komunikasi dan tumbuh kembang anak dalam usia dini, ya daripada daripada dia hanya menatap sebuah layar smartphone dengan membuat dia menjadi stuck dan sulit diawasi tentang apa yang ia lakukan pada hape tersebut.

Saran admin sih sebaiknya anak difasilitasi oleh permainan yang edukatif agar tumbuh kembang anak menjadi baik contohnya seperti permainan seperti lego atau puzzle untuk mengasah kecerdasan anak.

Tips berikut ini bisa memudahkan kamu untuk menarik garis kesimpulan agar menjadi karakter sosok orang tua yang mengerti dengan kondisi dan apa yang musti dilakukan untuk membuat kamu menjadi tokoh penting dalam mengawasi tumbuh kembang anak , TAKE THE PART ON MEMORIAM YOUR CHILD

Lets check it out kawan-kawan

Meskipun demikian, banyak yang keliru dengan perihal sayangi anak = menuruti semua apa yang dikehendaki oleh anak, itu akan menjadikan dia tidak terbiasa untuk mendapatkan sesuatu itu perlu kerja keras ya intinya kita harus membangun karakter anak menjadi lebih positif dan tidak ketergantungan pada sesuatu yang dimiliki oleh orangtuanya.

3 Tips Parenting Character Anak

Tips-tipsnya ialah sebagai berikut

1. Hindari menggunakan Label pada Anak

Maksud dari kata Label disini ialah, biasanya disebabkan oleh ada sesuatu moment dimana anak tersebut melakukan hal-hal nakal dalam artian merusak mainan, menganggu adiknya, menganggu teman nya, maupun hal tidak sopan kepada orang yang lebih tua darinya.

Pada point ini juga berpengaruh pada orang tua tertentu, biasanya mereka menggunakan kata yang ” Andi jangan nakal sama Om itu, jangan membantah kata-kata Ibu” Jadi usahakan untuk menggunakan kata yang utamanya yaitu “Ajakan untuk menjadi lebih baik”, Contohnya ” Begini caranya bersikap sama yang lebih Tua, Tolong dengarkan kata-kata Ibu ya”

2. Membangun Stimulus Fisik dan Motorik Anak

1.Setelah menemukan metode yang cocok dalam mengajarkan anak tentang tata krama, pastikan kamu memberikan nutrisi yang cukup agar anak bisa menjadi sehat dan berenergi ini sangat penting dalam hal hal yang berpengaruh pada kegiatan sehari-hari anak dirumah, ya tentunya harus ada area tersendiri dimana anak dapat bergerak dengan bebas dan ruang tersendiri agar ia merasa bahwa nyaman dan aman bergerak di rumahnya sendiri

2. Jika sudah menyediakan hal tersebut yang kedua adalah perlunya kreatifitas orangtua untuk melakukan aktifitas fisik di dalam rumah, contohnya yaitu melibatkan kegiatan fisik di rumah, misalnya mengajarkan anak menyapu untuk tahap-tahap awal, ya intinya mengajarkan bahwa kebersihan harus dijaga sedari dini, lalu step berikutnya mengajarkan anak pelan-pelan untuk belajar mandiri sendiri, memakai baju sendiri, dan membiasakan anak untuk makan sendiri (dalam artian selalu dalam pengawasan orang tua ya)

3. Melatih Anak agar Percaya Diri

Hal ini dapat membuat anak menjadi lebih terampil dalam melakukan berbagai hal yang baik maksudnya ialah dengan kepercayaan diri anak tentunya membuat dia menjadi lebih pede dalam melakukan berbagai kegiatan pastinya tetap dalam pengawasan anak ya (Takutnya itu kepercayaan diri dia bablas dan menjadi cukup sombong Hehehehe).

Cukup gunakan kalimat yang memang penting untuk membuat anak lebih percaya diri dan cobalah untuk mempertahankan jati diri nya dan memberikan penjelasan yang cukup agar anak bisa mengerti tentang kepercayaan dirinya dalam melakukan hal-hal kebaikan maupun ide-idenya untuk membuat sesuatu hal.

Misalnya seperti ini, memberikan pujian kepada anak pada hal spesifik yang ia lakukan, “Kamu terampil Nak”, tapi lebih condong pada hal spesifik “Kamu terampil sekali dalam memecahkan puzzle ini”.

Agar anak semakin percaya diri pada hal yang disukai nya hindari juga kata-kata yang mengandung unsur celaan atau kemarahan terhadap anak karena ini bisa mempengaruhi rusaknya sel-sel otak dalam anak, Jadi usahakan bertutur kata yang baik ya kepada Anak.

Semoga anak kelak(Bagi yang belum mempunyai anak) kita bisa menjadi Seseorang yang berguna bagi Nusa dan Bangsa. dan tetap menyayangi orangtuanya dengan perilaku-perilaku yang baik

Bagaimana sederhana bukan? Jika mengalami kendala bisa langsung komentar di bawah ini ya atau bisa juga langsung hubungi saya dengan klik tombol WhatsApp dan telepon di bawah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Kami sedang online
Butuh bantuan untuk pengetikan, edit, atau pembuatan berbagai jenis dokumen besok langsung jadi? Chat admin sekarang di WhatsApp!