Peran Orang Tua dalam Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual pada Anak di bawah Umur

Kasus kekerasan seksual pada anak menjadi hal yang mengkhawatirkan di beberapa tahun terakhir ini. Kekerasan seksual tidak hanya dilakukan oleh orang tidak dikenal melainkan orang yang dekat sama kita seperti keluarga sendiri ataupun guru disekolah.

Seringkali anak dibawah umur menjadi korban. Kekerasan seksual pada anak bisa berupa tindakan pencabulan alias pemerkosaan yang menyebabkan luka pada bagian alat kelamin anak dan luka secara mental.

Pelaku biasanya mengancam anak sehingga anak tidak langsung melaporkan ke orang tua atau guru ketika kekerasan seksual itu terjadi. Sering kali kasus kekerasan seksual pada anak tidak diketahui orang tua.

Jika dibiarkan anak akan mengalami trauma mental dan berakhir pada menjauhi orang lain karena merasa dirinya menjijikkan. Selain itu anak yang mengalami kekerasan seksual cenderung tidak nafsu makan, sering menangis, mengurung diri dikamar.

Oleh karena itu sebelum hal diatas terjadi, pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual. Diantaranya adalah:

1. Mengantar dan Menjemput Anak di Sekolah

Hal yang paling penting dalam mencegah anak menjadi incaran pelaku kejahatan seksual adalah mengantar anak ke sekolah dan menjemputnya. Selain itu orang tua juga harus memberikan pesan kepada anak untuk menunggu disekolah bersama guru dan tidak menerima ajakan dari orang yang tidak dikenal.

2. Mengawasi Pergaulan Anak

Perkembangan teknologi saat ini berupa sosial media memberikan banyak pembelajaran yang tidak baik dan membuat pergaulan anak dibawah umur mengikuti pola pergaulan orang dewasa. Orang tua harus menjadi media filter sekaligus mengarahkan mana yang boleh diikuti dan mana yang tidak ketika anak bergaul di dunia virtual maupun dunia nyata. Selain itu peran orang tua juga harus mengawasi pergaulan anak dan bertanya kepada siapa saja ia bergaul.

3. Menjadi Teman Bagi Anak

Orang tua yang baik tidak hanya memposisikan dirinya sebagai orang tua untuk anak tapi juga sahabat. Dengan begitu anak bisa menceritakan segala keluh kesahnya tanpa memendam. Jika anak tidak mendapatkan hal tersebut, ia akan mencari kepada orang lain. Dan biasanya hal ini dimanfaatkan pelaku kekerasan seksual untuk merayu anak dan mendapatkan perhatiannya.

4. Mengajari Anak Ilmu Agama

Agama adalah benteng paling kuat untuk memperkokoh akidah anak sekaligus membantu anak memfilter terhadap hal-hal baru diluar. Misalnya orang tua mengajarkan anak untuk menutup aurat sesuai ajaran agama agar tidak menjadi nafsu yang dipertontonkan.

5. Meluangkan Waktu

Kesibukan bekerja seringkali membuat orang tua lupa akan anak dan mengabaikan mereka saat dirumah. Akibatnya anak tumbuh menjadi sosok yang kurang kasih sayang dan cenderung pemurung ataupun tidak percaya diri.

Meluangkan waktu untuk bersama anak merupakan peran penting sebagai orang tua agar dapat dekat lagi dengan anak, tau apa saja masalah yang ia hadapi, tau teman-teman pergaulannya, tau apa yang ingin diraihnya, dan tau apa mau anak.

Kelekatan orang tua dan anak akan menumbuhkan rasa percaya dalam diri anak untuk menuruti setiap perkataan orang tua terutama melarang anak untuk tidak menerima ajakan orang tidak dikenal.

Peran orang tua sangat penting bagi anak untuk dapat terhindar dari orang yang tidak mereka kenal ataupun yang kenal yang mengajak kearah seksual. Dengan begitu kesempatan pelaku untuk melakukan tindakan akan semakin kecil dan bisa dihindari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam