Memahami Kalimat Pasif dan Ciri-Cirinya

Dalam ranah penulisan karya ilmiah, cukup sering mendapati penulis menggunakan kalimat pasif daripada kalimat aktif. Penggunaan kalimat pasif dirasa mampu memengaruhi cara pembaca atau pendengar menerima informasi dalam kalimat itu. Secara jelas, kalimat pasif merupakan jenis kalimat yang menyampaikan bila subjek dalam kalimat itu mendapatkan aksi dari objek. Subjek di dalam kalimat pasif tidak menjalankan aksi, tetapi memperoleh aksi.

Hanya saja, kalimat aktif pun dinilai tidak begitu efektif dalam mengutarakan informasi. Kalimat aktif, yang memosisikan subjek dalam posisi melaksanakan aksi, lebih mudah dimengerti dan efektif dalam mengutarakan informasi. Bandingkan dua kalimat ini, “Roti itu dimakan oleh dia” dengan “Dia memakan roti tersebut”, mana yang lebih efektif?

Struktur pada Kalimat Pasif

Struktur kalimat pasif dalam bahasa Indonesia, yaitu struktur yang memakai verba “digunakan” (merupakan bentuk pasif dari “menggunakan”) dan menunjukkan jika subjek kalimat mendapatkan aksi dari verba itu. O, ya, dalam kalimat pasif, subjek kalimat kerap kali tidak dijelaskan secara perinci. Apabila hendak menyampaikan subjek secara perinci, kamu dapat menambahkan preposisi “oleh” di depan subjek itu. Contohnya, “Ponsel ini digunakan oleh Andi yang telah membelinya,” atau “Rawon tersebut dimasak oleh Ibu di dapur.”

Di dalamkalimat pasif, predikatnya merupakan kata kerja yang memperlihatkan aksi atau respons yang pelaku lakukan. Sesuai contoh di atas, predikat yang didapat merupakan “digunakan”. Singkatnya, pelaku di dalam kalimat pasif merupakan orang atau sesuatu yang menjalankan aksi atau tindakan. Struktur kalimat pasif sesuai contoh di atas, yaitu “digunakan” atau dimasak” (predikat) + oleh (subjek atau pelaku).

Ciri dan Karakteristik Kalimat Pasif

Guna mengenali kalimat pasif, terdapat beberapa ciri maupun karakteristiknya, yaitu:

Kalimat pasif memakai kata kerja bantu digunakan” atau di- sebelum verba bentuk kedua

Misal, “Dalam mengerjakan tugas, saya dibantu oleh Andi,” sebagai kalimat pasif; sedangkan kalimat aktifnya, “Andi membantu saya dalam mengerjakan tugas.”

Subjek dari kalimat pasif, yaitu objek dari aksi yang dilaksanakan

Contoh, “Dalam mengerjakan tugas, saya dibantu oleh Andi.” Subjek dalam kalimat tersebut adalah Dalam mengerjakan tugas.

Objek dari kalimat aktif mengalami perubahan menjadi subjek dalam kalimat pasif

Contoh, “Dalam mengerjakan tugas, saya dibantu oleh Andi,” objek kalimat adalah Andi.

Kalimat pasif tanpa memperjelas pelaku

Contoh, “Tugasku sedang diproses…” (tanpa memperlihatkan pihak yang memproses tugas itu).

Verba dalam kalimat pasif kerap berupa verba bentuk kedua

Misal, “Tugas saja dibantu oleh Andi,” (verbanya ialah dibantu).

Sebagai penutup, kamu perlu mengingat jika kalimat pasit tidak wajib memuat kata kerja bantu (digunakan, dipakai atau di-) sebelum verba bentuk kedua. Demikianlah ulasan pada kesempatan ini. Semoga dengan memahami kalimat pasif, kamu bisa mengatasi masalah skor Turnitin tinggi. Jika memang terkendala masalah skor Turnitin tinggi, serahkan kepada kami. Sudah ribuan dokumen yang kami kerjakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam