Kenali Ciri Jurnal Predator Agar Tidak Tertipu

Jurnal Predator

Sebagai ilmuwan kita hidup di era “wajib publikasi riset” yang menyebabkan ledakan instrumen komunikasi ilmiah yakni publikasi jurnal, termasuk jurnal predator. 

Tidak jarang penulis pemula khususnya yang terjebak oleh rayuan, jurnal-jurnal predator yang notabene tidak kredibel, bahkan tidak diakui dalam komunitas ilmiah.

Bayangkan bila hasil riset Anda bertahun-tahun, baik karena alasan deadline publish atau karena tawaran publisher murah, akhirnya diterbitkan oleh jurnal abal-abal. Parahnya, hasil riset Anda tidak lagi diakui dalam komunitas ilmiah. Ngeri, bukan?

Ciri Jurnal Predator

Sebagai langkah antisipatif agar Anda tidak mudah terbujuk oleh rayuan jurnal predator, berikut daftar singkat termasuk beberapa karakteristik potensial jurnal predator.

1. Email Spam

Jurnal abal-abal membombardir penulis dengan email untuk menulis artikel dalam bidang ilmu dan model (artikel asli, ulasan, laporan kasus, dll.). 

Email dari jurnal predator biasanya masuk dalam folder spam di email, jadi jangan mudah termakan oleh email spam yang menawarkan jaminan terbit dengan biaya rendah. Berikut merupakan salah satu contoh email spam dari jurnal predator:

2. Kualitas Artikel Buruk

Jurnal abal-abal menerbitkan artikel berkualitas rendah, sering kali ditulis dalam bahasa Inggris yang tidak standar dan dengan orisinalitas rendah atau nilai metodologis yang buruk.

3. Impact Factor Dibuat-buat

Jurnal predator sering menampilkan faktor dampak (IF) yang dihitung sendiri, tidak diukur oleh sistem ranking jurnal internasional resmi . Meskipun demikian, jurnal predator dengan IF yang tinggi kadang ada yang diperoleh secara resmi.

Jurnal di atas, menampilkan impact factor yang sangat tinggi, dengan tidak ada link yang menuju pada situs perangking jurnal resmi.

Untuk melakukan cek IF ini Anda bisa menggunakan situs Citefactor, kemudian cari nama jurnal yang ingin Anda cek IF nya.

4. Artikel yang diterbitkan dalam satu volume sangat banyak atau tanpa standar.

Jurnal jenis ini tidak memiliki nomor standar atau batasan untuk artikel yang diterbitkan dalam satu terbitan. 

Jurnal predator dalam satu volume biasanya menerbitkan ratusan artikel. Selain itu dalam setiap volume nya, artikel yang diterbitkan berbeda-beda, gapnya pun sangat besar. 

Sebagai contoh pada volume 10, jurnal abal-abal menerbitkan 50 artikel, dan pada volume berikutnya hanya menerbitkan 10 artikel. Ini tidak logis!

5. Proses peer review tidak jelas

Jurnal kategori ini tidak memiliki kebijakan peer review yang jelas dan tidak ada informasi tentang tingkat penolakan artikel.

Dewan Editor dalam jurnal ini tidak ditampilkan link karyanya atau ID Researchnya, seperti Google Scholar, Scopus ID, dll.

Seringkali tanpa proses peer review jurnal dapat diterima dengan mudah dan terbit dalam waktu yang singkat.

6. Menerima Semua Jenis Artikel

Jurnal pemangsa menerima semua jenis artikel jenis apapun dari penulis, sebab tujuan utamanya adalah menghasilkan uang. 

Namun, terkadang ada penulis berkualitas yang ikut termangsa, untuk mengidentifikasinya Anda dapat melihat Aims dan Scope dari jurnal dan cocokan dengan jurnal yang diterbitkan.

7. Indexing tidak kredibel, tidak jelas

Hal terpenting dari jurnal adalah indikasinya, setiap jurnal yang kredibel pasti mencantumkan link situs indexing pada websitenya. Hanya saja, jurnal predator biasanya mencantumkan situs pengindeks yang tidak umum atau asing. Berikut merupakan contohnya:

Situs pengindeks di atas tidak familiar, bukan merupakan situs pengindeks yang diakui dunia dan oleh komunitas ilmiah. Beberapa situs pengindeks yang kredibel adalah sebagai contoh berikut:

Karakteristik Jurnal Predator 

Di antara karakteristik yang paling menentukan adalah:

(a) mencangkup semua wilayah penelitian

(b) peneliti palsu dijadikan dewan editorial; beberapa nama asli yang menjadi korbannya sendiri

(c) Email undangan bertekanan tinggi, penuh dengan kesalahan

(d) situs web yang mencolok dan tidak profesional

(e) tanpa peer-review

(f) waktu yang tidak realistis antara penyerahan dan publikasi

(g) biaya yang terjangkau tetapi proses penagihan melalui pihak ketiga

(h) editor yang bukan peneliti variabel

(i) peneliti muda yang rentan ditargetkan secara tidak proporsional

(j) Tidak ada pengindeksan yang kredibel

(k) Faktor dampak yang meningkat tetapi keliru 

(l) pedoman penulisan  tidak ada atau ambigu.

Faktor terpenting dalam proses identifikasi jurnal predator adalah indexing dari jurnal tersebut. Oleh karena itu, saat Anda mendapat email atau tawaran publikasi jurnal dari media apapun, mintalah link website jurnalnya dan periksa indexing dari jurnal tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Bimbingan publikasi jurnal hingga terbit, edukasi dan bantuan publikasi jurnal. Chat Admin