Bukan Perkara Sederhana dalam Menciptakan Lirik Lagu

Musik sangat dekat dengan manusia. Saking dekatnya, hampir setiap aktivitas manusia, musik selalu hadir. Saat manusia sedang melamun, sesekali musik akan terdengar, entah lewat ponsel pintar, iklan di televisi atau alat pemutar musik milik tetangga.

Musik Bukan Sekadar Media Penghibur

Bukan hanya melodi, ritme, birama, dan segala unsur lainnya, musik akan sampai ke pendengar bila ia memiliki lirik. Lirik dalam musik seakan-akan menjadi media seorang musisi untuk mengenalkan karyanya. Musik bukan sekadar media penghibur saja. Beberapa tahun terakhir, menghadirkan musik sebagai media penyembuhan jiwa. Seseorang akan berusaha menyelamatkan diri melalui musik. Kunto Aji melalui “Pilu Membiru” atau Pink Floyd dengan “Coming Back to Life”. Dua musisi tersebut menjadikan lirik lagu dan instrumen musik sebagai media terapi.

Proses Singkat Menulis Lirik Lagu

Lirik lagu dan segala kesenian lainnya, pada dasarnya merupakan representasi dari seorang pencipta karya. Dalam menulis lirik lagu, tidak lantas seorang musisi atau penulis lirik akan menemukan ide secara otomatis. Mereka akan mengaktifkan seluruh pancaindra untuk merasakan segala sesuatu yang ia temukan.

Seseorang tidak akan bisa menuliskan lirik mengenai kondisi pedesaan bila ia tidak pernah sekalipun merasakan suasana desa. Seseorang tidak mampu merasakan kesedihan teramat sangat bila di kehidupannya, kebahagiaan adalah hal mutlak. Artinya, kondisi yang dialami seniman atau musisi menjadi bekal utama untuk menciptakan musik dan lirik yang memuat makna mendalam.

Bukan hanya penggambaran atas segala sesuatu yang bersinggungan dengan seniman, lirik lagu akan tercipta berkat referensi bacaan. Seorang penulis lirik lagu akan mudah merancang bait bila ia mempunyai banyak kosakata. Cara mudah mendapat atau memperbanyak kosakata, jelas melalui rutinitas membaca. Bukan hanya membaca keadaan, melainkan membaca karya kreatif maupun karya ilmiah.

Dalam penulisan lirik lagu pun terdapat koridor yang jelas, terutama mengenai musikalitas dari lagu tersebut. Kendati lirik lagu tergolong sebagai karya kreatif, objektivitas dalam proses penulisan harus mendapat perhatian secara khusus. Seperti yang kami sebut di atas: seseorang tidak dapat menuliskan suasana pedesaan bila ia tidak pernah bersinggungan langsung dengan suasana desa.

Menulis lirik lagu memang mudah, tetapi memberikan ruh ke dalam lirik lagu adalah perkara sulit. Tidak sembarang orang yang mampu menciptakannya. Beberapa tahun belakangan mulai muncul musisi yang mencoba memainkan diksi sastra ke dalam lirik lagu. Tujuan yang diinginkan, bisa saja hendak menyampaikan sesuatu secara tersirat. Ya, mau bagaimanapun karya seni merupakan hasil subjektivitas, baik dari pencipta maupun penikmatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Scan the code
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam