Apakah kamu pernah mengubah atau konversi KTI, tugas akhir, baik skripsi, tesis, dan disertasi, menjadi sebuah buku? Memang, menyusun buku dari penelitian bukan perkara sederhana; melibatkan berbagai prosedur, mulai membaca, meringkas, parafrasa, dan proofreading. Prosedur ini mungkin awalnya tampak menakutkan. Namun, seiring waktu akan menjadi lebih mudah, terlebih apabila kamu memesan jasa konversi tugas akhir ke Jagoketik.
Tindakan dan Cara Konversi KTI dan Tugas Akhir Menjadi Buku
Selama proses konversi KTI atau tugas akhir menjadi manuskrip buku, penulis mungkin menghadapi masalah yang berbeda. Masalah-masalah ini meliputi pengorganisasian isi, gaya, jumlah halaman, dan spesifikasi tambahan, yang berbeda antarpenyedia jasa konversi. Jika kamu merasa kesulitan, baik karena minimnya waktu untuk mengerjakan, ini beberapa tindakan yang biasa kami lakukan dalam mengonversi tugas akhir menjadi buku.
Membedakan Struktur Umum Tugas Akhir dengan Buku
Memahami perbedaan struktur isi tugas akhir dengan buku. Umumnya tugas akhir mencakup bagian pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan penutup. Sebaliknya, buku bisa mencakup banyak bab. Bagian yang berpeluang besar untuk dimaksimalkan ada dua, yaitu hasil dan pembahasan. Kedua bagian ini bisa kamu kembangkan lebih lanjut menjadi beberapa bab. Ini akan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing penulis.
Eksposisi konsep ini dimaksudkan untuk menjelaskan temuan secara mendetail sambil menggunakan bahasa yang mudah dipahami masyarakat umum. Pada akhirnya, buku bertujuan untuk menjangkau khalayak lebih luas di luar lingkup akademis.
Sebagai contoh, “Disertasi ini meneliti tentang fungsi karya sastra sebagai media merepresentasikan realitas” menjadi “Buku ini membahas bagaimana sastra dijadikan sebagai penggambaran atas realitas.”
Menentukan Kerangka Tulisan saat Konversi KTI
Berikutnya, dalam proses mengubah temuan penelitian menjadi buku adalah penyusunan kerangka. Kamu bisa mengembangkan kerangka ini dari semua bagian yang terdapat di dalam tugas akhirmu menjadi beberapa bab tambahan dalam manuskrip buku. Sesudah mewujudkan kerangka tulisan, kamu bisa menyusun dan melengkapi kerangka untuk mengembangkan isi maupun wacana.
Perubahan terhadap Judul
Tahap berikutnya adalah melakukan perubahan terhadap judul. Judul dalam publikasi tugas akhir nonbuku biasanya terkesan kaku, merepresentasikan isi penelitian secara padat. Sebaliknya, judul buku mempunyai prinsip yang tidak sama. Judul dalam buku perlu mengomunikasikan isi, sekaligus bertujuan untuk merangsang minat untuk membaca. Untuk itu, judul tidak hanya informatif, melainkan tetap mengedepankan aspek promosi untuk meningkatkan daya tarik bagi pembaca, seperti menggambarkan inti dari isi buku; menyematkan kekhususan judul dengan menunjukkan apakah judul tersebut bersinggungan dengan materi dasar atau lanjutan, menargetkan pemula atau profesional; menambahkan kata yang kuat yang bisa membangkitkan keingintahuan; serta memberikan keunikan judul, misalnya menyebut buku tersebut sebagai “buku kiat sukses,” misalnya; Buku Kiat Sukses Mendeskripsikan Puisi bagi Pemula.
Memarafrasa Isi
Parafrasa ini bukan semata-mata untuk tujuan konversi KTI atau tugas akhir menjadi buku, melainkan untuk meminimalkan skor kemiripan (similarity) Turnitin. Di samping itu, parafrasa yang kami lakukan tidak menggunakan dukungan AI atau laman web; prosedur penurunan skor Turnitin yang kami gunakan, antara lain, mengubah struktur kalimat aktif menjadi pasif atau sebaliknya, kelas kata, sinonim atau antonim, penggunaan jenis parafrasa, dan sebagainya.
Penyuntingan dan/atau Proofreading
Setelah kami menyelesaikan manuskrip buku, kami akan meninjaunya beberapa kali sebagai bagian integral dari proses penyuntingan dan/atau proofreading. Tujuannya adalah mendeteksi masalah ejaan, pemilihan diksi yang tidak relevan, perbaikan terhadap tanda baca, dan sebagainya. Penyuntingan ini kami lakukan supaya manuskrip layak baca dan layak untuk disebarluaskan ke khalayak umum, serta menjamin kredibilitasmu sebagai akademisi.
Arti Penting Mengonversi Tugas Akhir dan Artikel Ilmiah Menjadi Buku
Bagi para dosen, mengonversi tugas akhir atau artikel ilmiah menjadi buku bukan semata-mata untuk tujuan eksistensi di bidang penulisan saja. Beberapa hal yang ‘mengharuskan’ dosen untuk konversi KTI atau tugas akhir atau karya ilmiah, antara lain, mengembangkan karier akademik dosen untuk tujuan penambahan poin sehingga dapat mengembangkan karier akademik dan citra diri sebagai akademisi pun akan makin dikenal oleh khalayak umum, bahkan buku hasil karyanya akan dijadikan sebagai rujukan bagi mahasiswa sehingga sarat akan manfaat di bidang literasi akademik dan manfaat ekonomi.
Itu saja yang bisa kami sampaikan kali ini. Apabila kamu mempunyai keinginan atau diharuskan untuk mengonversi tugas akhir atau artikel ilmiah menjadi buku, Jagoketik siap memberikan layanan konversi KTI dengan harga yang ramah di kantong.
