Ruang kolaborasi bernama Coworking Space

Artikel sebelumnya telah membahas apa itu yang disebut dengan coworking space, suatu ruang komunal yang dapat dimanfaatkan sebagai kantor bagi para pekerja lepas waktu dan perusahaan rintisan. Selain dengan beberapa manfaat yang telah disampaikan, tentunya juga akan sangat menyenangkan dapat bekerja dengan full fasilitas dan tempat yang nyaman. Namun, apa yang sebenarnya menjadi konsep dari ruang kerja komunal macam coworking space tersebut?

Public Sphere

Adalah ruang publik, sebagaimana Jurgen Habermas sampaikan sebagai public sphere. Konsep ruang publik ini Habermas jelaskan sebagai bentuk perwujudan ide kepentingan publik, yang tidak hanya diwujudkan dalam ruang belaka. Salah satunya diwujudkan melalui coworking space yang marak ditemui di perkotaan saat ini, yang ditengarai dengan mulai merebaknya bisnis usaha rintisan atau yang acap dikenal sebagai start-up. Selain itu juga untuk mengatasi semakin mahalnya harga properti di perkotaan. Di sinilah, para pengembang dan pemodal mewujudkan idenya untuk mewadahi relasi ekonomi secara simetrikal terhadap para targetnya. Ya, para pekerja freelance dan start up tersebut.

Ruang publik yang menawarkan relasi simetrikal semacam inilah yang dikira sangat dibutuhkan pada era konvergensi saat ini. Coworking space ini dapat dimaknai sebagai ruang yang menyediakan kesempatan kolaborasi dan semangat kolektif dalam relasi simetrikal dalam aspek ekonomi dan sosial. Lanskap kesempatan kerja yang tak lagi membutuhkan ruang secara wantah, atau dalam bentuk ruangan dan bangunan, memberikan keleluasaan bagi para pekerja untuk dapat bekerja di mana saja dan kapan saja. Terlebih dengan adanya pilihan untuk menyesuikan waktu dan budgeting, sehingga para pekerja dapat menghemat pengeluaran dan memaksimalkan kinerjanya.

Semangat kolektif

Semangat kolektif diusung melalui coworking space sebagai perwujudan ruang publik sangat kentara manfaatnya, sebab tidak ada yang lebih baik dilakukan saat ini kecuali berbagi ruang dan peluang.  Sehingga tantangan terkait biaya sewa properti yang mahal, kebutuhan ruang kerja yang nyaman, dan upaya menemu relasi simetrikal penghubung rantai ekonomi menjadi tidak sulit dijawab. Kemudian dalam rangka meningkatkan kompetensi juga akan mudah dipenuhi, dengan banyaknya sharing session dan diskusi yang acap diselenggarakan oleh atau di coworking space. Betul-betul budaya kerja yang sehat, bukan!?

Namun bukan berarti telah sempurna begitu saja, tetap akan ada celah kekurangan yang harus dapat dilengkapi oleh penyedia jasa coworking space. Apa saja? Tunggu di artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Chat WhatsApp
1
Online 24 Jam
Spesialis jasa pengetikan, editing, dan pembuatan berbagai jenis dokumen terbaik No. 1 di Indonesia.

✔ Transaksi aman anti penipuan
✔ Kenyamanan dan kemudahan kerja sama
✔ Pengerjaan cepat dan akurat dengan garansi

Chat Admin sekarang, online 24 jam